Gus Yahya: Saya Sadar Agenda Besar PBNU Bawa Kontroversi Bahkan Konflik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketum PBNU Gus Yahya dalam acara Halaqah Fikih Peradaban di Ponpes Lirboyo, Kediri, Kamis (28/12/2024). Foto: TVNU
zoom-in-whitePerbesar
Ketum PBNU Gus Yahya dalam acara Halaqah Fikih Peradaban di Ponpes Lirboyo, Kediri, Kamis (28/12/2024). Foto: TVNU

Dalam pidato pelantikan pengurus wilayah NU Jawa Tengah, Sabtu (3/8), Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menuturkan soal "agenda besar" dan "kontroversi".

"Sejak awal saya sudah menyadari bahwa agenda-agenda besar ini akan membawa konsekuensi-konsekuensi, termasuk kontroversi-kontroversi, bahkan konflik-konflik," kata Gus Yahya.

Salah satu kontroversi yang dihadapi PBNU adalah mengenai konsesi tambang. PBNU pada akhirnya menerima tawaran pemerintah agar ormas keagamaan mengurus kelola tambang. Keputusan PBNU ini menuai kritik dari banyak kalangan.

Ia melanjutkan, "Karena kita memperkenalkan hal-hal yang baru dalam soal ini. Dan saya memang sudah sejak awal pamit, lek kulo pamit, karena saya tahu pasti hal ini akan menimbulkan macam-macam konsekuensi yang mungkin buat banyak orang menggelisahkan."

Ketua umum PBNU Gus Yahya dan sekjen PBNU Gus Ipul di Pleno PBNU 2024 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan pada Minggu (28/7/2024). Foto: Abid Raihan/kumparan

"Apalagi di tengah-tengah konstelasi sekarang dengan berbagai macam kepentingan terhadap NU, berbagai pihak juga membuat manuvernya sendiri: Ada yang terang-terangan mau nyaplok NU, atau kemarin sudah nyaplok mau kita injak tidak mau ada yang begitu itu," kata Gus Yahya.

Gus Yahya menuturkan bahwa seluruhnya harus dihadapi. "Kita ingin membangun visi ke seluruh ruang komponen NU ini," katanya, supaya NU bisa bergerak sebagai satu kesatuan betul.

"Tapi dalam proses itu saya memaklumi ketika ada kontroversi, pertentangan macam-macam karena warga juga isinya macam-macam, tapi saya tidak berkecil hati, orang NU itu bisa berbeda sampai begitu keras, tapi tidak akan lepas NU-nya sampai kapan pun," kata Gus Yahya.