Gus Yahya Serukan Societal Resilience PBNU di Tengah Gejolak Global

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua PBNU, Gus Yahya saat memberikan keterangan pers mengenai isu-isu terkini di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua PBNU, Gus Yahya saat memberikan keterangan pers mengenai isu-isu terkini di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menekankan pentingnya membangun resiliensi sosial atau ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak gejolak global, termasuk ketegangan yang terjadi di Timur Tengah.

"Menghadapi tantangan-tantangan besar ini, kita harus — tidak ada pilihan lain — membangun apa yang saya istilahkan sebagai Societal Resilience," kata Gus Yahya dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (10/4).

PBNU Inisiasi Gerakan Ketahanan Sosial

Ketua PBNU, Gus Yahya saat memberikan keterangan pers mengenai isu-isu terkini di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Gus Yahya menyebut, PBNU akan menginisiasi gerakan peningkatan ketahanan sosial sebagai respons nyata atas tekanan global yang kian terasa.

"Kami menginisiasi gerakan peningkatan ketahanan sosial untuk menciptakan realitas Societal Resilience itu," tuturnya.

Menurutnya, ketahanan sosial ini harus dibangun hingga lapisan akar rumput dan tidak bisa dikerjakan sendiri — melainkan secara kolektif.

"Masyarakat kita harus mampu mengembangkan kapasitas untuk saling tolong-menolong di tingkat akar rumput," ujarnya.

Warga Nahdlatul Ulama (NU) menghadiri puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) NU di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Gotong Royong Jadi Modal, Model Perlu Dibangun

Gus Yahya mensyukuri tradisi gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat Indonesia. Namun ia menilai tradisi itu perlu diperkuat dengan model yang lebih terstruktur.

"Kita beruntung punya tradisi gotong royong dan kita harus membangun model supaya masyarakat kita di tingkat akar rumput ini bisa saling tolong-menolong," ucapnya.

Konsolidasi dengan Berbagai Elemen Masyarakat

Ketua PBNU, Gus Yahya saat memberikan keterangan pers mengenai isu-isu terkini di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Soal isu-isu konkret yang perlu direspons, Gus Yahya menegaskan hal itu akan dibahas bersama berbagai elemen masyarakat melalui konsolidasi menyeluruh.

"Isu-isunya nanti akan kita bicarakan bersama-sama dengan elemen-elemen masyarakat yang lain karena ini harus dikerjakan dalam kerja sama dan konsolidasi menyeluruh," ujar Gus Yahya.

Ia mengaku telah memulai konsolidasi dengan sejumlah organisasi dan akan terus aktif berdialog dengan unsur masyarakat lainnya ke depan.