Gus Yahya: Setelah 96 Tahun, Baru Ini Perempuan Diakomodasi di Kepengurusan PBNU

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum PBNU terpilih Yahya Cholil Staquf (tengah) melambaikan tangan usai pemilihan Ketua Umum PBNU pada Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 di Universitas Lampung. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum PBNU terpilih Yahya Cholil Staquf (tengah) melambaikan tangan usai pemilihan Ketua Umum PBNU pada Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 di Universitas Lampung. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya mengumumkan pengurus PBNU masa jabatan 2022-2027. Dalam kepengurusan ini, Gus Yahya cukup banyak memberikan posisi kepada perempuan seperti Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Sinta Nuriyah hingga Alissa Wahid.

Yahya mengatakan baru kali ini perempuan masuk dalam jajaran pengurus setelah NU berusia 96 tahun.

"Baru kali setelah 96 tahun usia NU, menurut kalender masehi atau 99 tahun menurut kalender hijriah, kaum perempuan diakomodasi di dalam susunan harian pengurus besar NU," kata Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (12/1).

Gus Yahya berpandangan masuknya perempuan dalam kepengurusan NU sebenarnya hanya persoalan waktu. Sebab, sejak awal tak ada pembatasan aturan bahwa perempuan tak boleh menjadi pengurus NU.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Alim ulama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Pondok Pesantren Fadlul Fadlan, Semarang, Jawa Tengah. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

"Kalau soal perempuan ini hanya soal waktu. Karena sejak awal, sejak pertama memang tidak pernah ada pembatasan bahwa PBNU tidak boleh ada perempuan, itu tidak pernah ada pembatasan dari awal. Sekarang baru kita masukkan ini karena kita melihat kebutuhan sudah cukup mendesak," kata dia.

"Bahwa harus ada perempuan-perempuan yang ikut serta mengelola PBNU ini karena ada masalah-masalah besar terkait dengan perempuan," imbuh dia.

Karena itu, ia mengatakan pihaknya merangkul sejumlah perempuan yang dinilai tangguh untuk menangani masalah perempuan, khususnya yang sering mengikuti forum internasional. Ia berharap para pengurus perempuan dapat diandalkan untuk mengatasi masalah perempuan.

"Pasti bisa kita andalkan untuk mengelola pekerjaan-pekerjaan PBNU terkait dengan nation engagement dengan kerja sama internasional juga terkait dengan masalah kemanusiaan yang di dalamnya masalah perempuan sangat menonjol," tutup Gus Yahya.