Gus Yahya Siap Maju Lagi sebagai Caketum PBNU di Muktamar 2026

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan keterangan kepada wartawan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan keterangan kepada wartawan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyatakan siap kembali maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar NU ke-35 tahun 2026.

Concern saya adalah bahwa ya, saya sudah menyatakan saya maju lagi sebagai calon, alasannya sudah saya jelaskan,” kata Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (14/7).

Ia menegaskan, mekanisme maupun tata cara pemilihan ketua umum sepenuhnya akan menjadi kewenangan forum muktamar. Menurutnya, peserta muktamar nantinya akan menentukan sendiri sistem pemilihan yang akan digunakan.

“Nanti kan akan diserahkan kepada muktamar. Muktamar ini mau pilih cara yang seperti apa, silakan saja,” ujarnya.

Gus Yahya mengatakan seluruh pengurus cabang, para kiai, hingga masayikh telah memahami dinamika tersebut. Menurut dia, warga NU sudah cukup dewasa dalam menentukan sosok yang layak memimpin organisasi.

“NU ini sudah dewasa, masayikh-masayikh itu sudah ngerti ukurannya. Sudah ngerti speknya ketua umum seperti apa. Jadi itu cuma soal teknis saja, soal tata cara pemilihan, dan nanti kita serahkan kepada muktamar,” ucapnya.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan keterangan kepada wartawan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya juga memaparkan perkembangan persiapan Muktamar ke-35 NU yang akan digelar pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Ia menyebut proses penyelesaian surat keputusan (SK) kepengurusan di berbagai tingkatan hampir rampung.

Menurutnya, PBNU memiliki sekitar 548 pengurus cabang dan 38 pengurus wilayah. Dari hampir 600 unit kepengurusan yang diproses, sekitar 490 di antaranya telah memasuki tahap penyelesaian, sementara lebih dari 430 unit sudah menerima SK.

“Sebentar lagi insyaallah selesai, tinggal menunggu satu-dua minggu ini,” kata dia.

Gus Yahya mengapresiasi jajaran pengurus PBNU yang berhasil menuntaskan proses administrasi tersebut. Menurutnya, penyelesaian itu sempat mengalami hambatan sejak akhir 2024 hingga awal 2026 sebelum akhirnya dapat dilanjutkan kembali.

“Alhamdulillah akhirnya bisa kita proses lebih lanjut,” tuturnya.