Gus Yahya soal Kiai yang Gelar Mubes dan Usul Munaslub PBNU: Pengangguran
ยทwaktu baca 2 menit

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menyebut para kiai yang hadir di Musyawarah Besar (Mubes) Alim Ulama, di Bangkalan, Minggu (18/8), merupakan sekumpulan orang yang menganggur.
"Gini ya, kalau sekarang ada sekumpulan sekelompok pengangguran kumpul lalu menyerukan, (ibarat) sidang istimewa MPR. Kan presiden enggak perlu mikir (usulan sidang MPR), biarin aja. Ya itu begitu juga dengan kami, kami enggak pikirkan-lah, orang ngomong, silakan," kata Gus Yahya di Kantor PCNU Surabaya, Senin (19/8).
"Orang nganggur ngomong apa aja kan bisa, itu ya," ujar Gus Yahya.
Sebelumnya, Mubes Alim Ulama tersebut menghasilkan tujuh poin kesepakatan yang dinamai dengan "Amanah Bangkalan", yakni:
PBNU hasil Muktamar Lampung telah nyata-nyata pelanggaran berat terhadap Qonun Asasi, AD-ART, Perkum, etika dan moral dalam berorganisasi.
PBNU hasil Muktamar Lampung telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan praktik politisasi institusi NU dan menjadikan NU sebagai alat politik merebut kekuasaan yang menabrak aturan organisasi dan Khittah 1926.
Mubes bersepakat membentuk Presidium Penyelamat Organisasi NU sekaligus persiapan Muktamar Luar Biasa NU.
Mubes membentuk Presidium Penyelamat Organisasi NU, dengan nama-nama sebagai berikut:
a. KH Abdussalam Shohib
b. KH Imam Jazuli
c. KH Imam Baehaqi
d. KH Muhaimin
e. KH Rosikh Roghibi
f. KH Sholahuddin Azmi
g. KH Fahmi
h. KH Wahono
i. KH Dimyati
j. KH Nasirul Mahasin
k. KH Haidar Muhaimin
l. KH Aguk Irawan
Tugas utama Presidium melakukan koordinasi, konsolidasi & mensosialisasikan Amanah Bangkalan kepada Alim Ulama Pengasuh Pesantren se-Indonesia, PWNU & PCNU se-Indonesia, PCNU se-Dunia serta Banom dan Lembaga NU.
Mubes bersepakat diselenggarakannya forum lanjutan di antara seluruh elemen-elemen NU untuk mencari solusi cepat dan tepat berbagai permasalahan yang ada di tubuh NU, mencari langkah-langkah antisipatif terhadap kecenderungan-kecenderungan perkembangan di masa depan serta rekonsiliasi di antara sesama saudara (ukhuwah nahdliyyah). Presidium NU diminta untuk mengambil inisiatif bagi terwujudnya forum tersebut.
Presidium berhak melakukan langkah-langkah strategis untuk upaya Penyelamatan NU.
Sekretariat Presidium ditetapkan di ndalem Kasepuhan PP Denanyar Jombang.
