Gus Yahya soal Pilpres: Para Kontestan Jangan Gunakan NU Sebagai Senjata

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya saat di Universitas Islam Indonesia (UII), Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (26/7/2022). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya saat di Universitas Islam Indonesia (UII), Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (26/7/2022). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyinggung perhelatan Pemilu 2024 dalam puncak HUT ke-10 Forum Pemred. Ia berpesan agar nantinya seluruh kontestan tak memakai identitas sebagai senjata untuk meraih kemenangan.

"Kalau boleh menyatakan konsen terhadap apa yang akan berlangsung nanti. Pertama-tama saya kira karena kita ingin semuanya terus bersatu terus harmonis," kata Gus Yahya di Hotel Raffles Jakarta, Jumat (5/8).

"Apa pun kompetisi yang akan berlangsung sekeras apa pun, maka kita tentunya sangat berharap bahwa dalam kompetisi nanti jangan sampai ada cara-cara yang memperalat identitas sebagai senjata," imbuh dia.

Karena itu, ia mengingatkan jangan ada pihak yang menggunakan identitas agama atau pun NU dalam kompetisi, termasuk pemilu 2024.

"Jadi sebuntu apa pun para kontestan ini di dalam menonjolkan atau di dalam menghadapi kompetisi yang ada, kita mohon betul supaya jangan menggunakan identitas sebagai senjata apakah itu identitas etnik, identitas agama termasuk identitas NU," tutup Gus Yahya.

Dalam HUT ke-10 Forum Pemred hadir sejumlah tokoh nasional seperti Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menko Perekonomian sekaligus Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Menparekraf Sandiaga Uno, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.