Gus Yahya Tegaskan PBNU Netral di Pilpres: Tak Terlibat Dukung Mendukung

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya bersama jajarannya bersilaturahmi ke Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan Pemda DIY, Senin (29/1/2023). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya bersama jajarannya bersilaturahmi ke Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan Pemda DIY, Senin (29/1/2023). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan PBNU tetap netral di Pilpres.

"PBNU sejak awal sudah menyatakan kami tidak terlibat dukung mendukung sebagai organisasi, sebagai lembaga, tidak terlibat dukung mendukung," kata Gus Yahya saat di Kepatihan Pemda DIY, Senin (29/1).

Meskipun, Gus Yahya tak menampik ada pengurus dan aktivis yang masuk tim kampanye. Mereka ini diwajibkan cuti dalam kepengurusan.

"Walaupun sebagian dari teman-teman pengurus dan aktivis kemudian ikut bahkan ada yang jadi tim kampanye resmi dan lain sebagainya, terhadap mereka PBNU memberlakukan kewajiban cuti dari kepengurusan," tegasnya.

PBNU, menurut Gus Yahya, meniru Sri Sultan Hamengku Buwono X.

"PBNU dalam posisi tidak terlibat dalam dukung mendukung, kita akan berusaha menjalankan peran meniru Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X, kita jaga masyarakat," pungkasnya.