News
·
5 April 2021 13:22

Gus Yaqut Ingin Tiap Acara Kemenag Dimulai Doa Semua Agama, Bukan Cuma Islam

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Gus Yaqut Ingin Tiap Acara Kemenag Dimulai Doa Semua Agama, Bukan Cuma Islam (1042884)
searchPerbesar
Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas. Foto: Kemenag RI
Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2021 secara daring dan luring dengan tema Percepatan Transformasi Layanan Publik.
ADVERTISEMENT
Dalam sambutannya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyinggung soal doa yang dibacakan tiap awal acara Kemenag hanya doa dari perwakilan umat Islam.
"Pagi hari ini saya senang Rakernas dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. Ini memberikan pencerahan sekaligus penyegaran untuk kita semua. Tapi akan lebih indah lagi jika doanya semua agama diberikan kesempatan untuk memulai doa," ujar Gus Yaqut, sapaan akrabnya, Senin (5/4).
Acara memang dibuka dengan pembacaan Al-Quran dan doa dalam agama Islam. Rakernas diikuti 705 jajaran Kemenag, Pejabat Eselon I pusat hingga Kepala Kankemenag Kota/Kabupaten.
Gus Yaqut menyebut bahwa Kemenag memayungi semua agama, tidak hanya Islam. Karena itu harus ada mind set yang berubah yang ditunjukkan dalam perilaku, seperti acara-acara Kemenag.
Gus Yaqut Ingin Tiap Acara Kemenag Dimulai Doa Semua Agama, Bukan Cuma Islam (1042885)
searchPerbesar
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Kamis (4/2). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
"Jadi jangan ini kesannya kita ini sedang rapat ormas Islam Kementerian Agama, tidak. Kita ini sedang melakukan Rakernas Kementerian Agama yang di dalamnya bukan hanya urusan agama Islam saja, mungkin lain waktu bisalah. Itu kan lebih enak dilihat," tuturnya.
ADVERTISEMENT
"Kalau semakin banyak doa, probabilita untuk dikabulkan itu semakin tinggi, ini autokritik."
- Gus Yaqut
Ketum GP Ansor itu meyakini tradisi membaca doa dalam agama Islam di acara Kemenag, akan berubah diikuti dengan doa dari agama-agama lain yang diakui di Indonesia.
"Karena biasanya kalau menteri yang ngomong, biasanya dianggap perintah. Kalau tidak, kebangetan," tuturnya.
"Jadi jangan sampai muncul paradoks, kita ingin kementerian ini melayani semua agama, tapi dalam perilaku kita tidak mencerminkan itu," pungkasnya.
***
Saksikan video menarik di bawah ini: