Gus Yaqut ke Wagub Jabar: Cegah HIV Bukan Poligami, tapi Pria Kendalikan Nafsu!
·waktu baca 2 menit

Usulan Wakil Gubernur Jawa Barat, UU Ruzhanul Ulum terkait poligami yang dinilai solusi untuk mencegah penularan HIV AIDS bagi warga yang sudah menikah menuai sorotan.
Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas mempertanyakan usulan tersebut, sebab dalam perspektif Islam tidak ada penanggulangan HIV melalui poligami.
"Perspektif Islam yang mana? Mana ada perspektif Islam yang merujukkan pada penanggulangan HIV AIDS itu melalui poligami? Enggak ada," kata Gus Yaqut kepada wartawan di sela rapat di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (31/8).
Gus Yaqut berpandangan, untuk menanggulangi HIV AIDS yang sedang ramai saat ini, bukan dengan poligami, melainkan dengan menjaga nafsu. Khususnya kepada kaum laki-laki.
"Saya lebih sepakat dengan pandangan yang mengatakan, bahwa untuk penanggulangan HIV AIDS itu bukan dengan poligami. Tapi dengan laki-laki lebih pada pengendalian nafsunya. Jadi jangan sampai manusia ini laki-laki terutama jadi budak nafsu,"
- Gus Yaqut.
Lebih lanjut, Gus Yaqut mengatakan pernyataan Uu adalah pendapat pribadi. Sebab perlu riset untuk mengetahui korelasi poligami dengan pencegahan HIV/AIDS.
"Kalau memang kita ngomong soal penyakit penyebaran penyakit, bener enggak HIV itu bisa ditanggulangi dengan poligami? Kan ini menurut saya aneh," pungkasnya.
Sebelumnya, Uu mengusulkan menikah bagi anak mudah dan berpoligami bagi yang sudah menikah dapat menekan angka HIV/AIDS.
"Ya, daripada terkena penyakit itu, menurut saya solusi menekan angka penyebaran HIV/AIDS adalah menikah bagi anak-anak muda dan berpoligami bagi yang sudah nikah," kata dia melalui keterangannya pada Selasa (30/8).
