Gus Yaqut Sowan ke Kakak, Gus Yahya, Diskusi soal Kerukunan
·waktu baca 2 menit

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas bersilaturahmi ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya, Jakarta.
Kehadiran Gus Yaqut disambut langsung oleh Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, yang tak lain adalah kakaknya.
“Alhamdulillah, saya barusan sowan ke Ketum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf. Kami berdiskusi dalam ikhtiar untuk bersinergi dalam merawat kerukunan dan meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan di Indonesia,” ungkap Gus Yaqut dalam keterangannya, Jumat (7/1).
“Saya berkomitmen untuk terus membangun kemitraan konstruktif dengan ormas keagamaan,” imbuh dia.
Menurut Gus Yaqut, pemerintah akan mencanangkan tahun 2022 sebagai tahun toleransi. Sebab, selama ini kerukunan dan toleransi masyarakat Indonesia dikagumi berbagai negara.
Yaqut mencontohkan Majelis Hukama Al-Muslimin, organisasi independen yang beranggotakan cendekiawan Muslim dari berbagai dunia dan berpusat di Abu Dhabi-Uni Emirat Arab, telah berkunjung untuk menyampaikan keinginannya belajar tentang toleransi masyarakat Indonesia.
“Sudah saatnya toleransi Indonesia menjadi barometer masyarakat dunia. Narasi tentang toleransi di Indonesia perlu digaungkan agar dipahami masyarakat dunia,” ungkap Gus Yaqut.
“Dan upaya ini tidak akan terlepas dari kerja sama dan kontribusi berbagai ormas keagamaan yang selama ini membina langsung masyarakat di kalangan grassroot,” tutup dia.Pertemuan Menag Yaqut berlangsung hangat di ruang kerja Ketum PBNU.
Dalam pertemuan dengan Yahya Cholil, Gus Yaqut didampingi Staf Khusus Menteri Agama Wibowo Prasetyo, Mohammad Nuruzzaman, dan Abdul Qodir.
Selain dengan PBNU, Gus Yaqut memastikan kemitraan akan dibangun dengan ormas-ormas keagamaan lainnya. Mulai dari Muhammadiyah, Persatuan Islam, Majelis Ulama Indonesia, Konferensi Waligereja Indonesia, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia, Parisadha Hindu Dharma Indonesia, Perwakilan Umat Buddha Indonesia, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia, dan ormas keagamaan lainnya.
