Hacker Bobol Data Jutaan Penumpang Maskapai Qantas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pesawat maskapai Qantas. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pesawat maskapai Qantas. Foto: Shutterstock

Seorang hacker membobol basis data (database) yang berisi informasi pribadi jutaan penumpang maskapai Qantas QAN.AX. Ini merupakan pelanggaran terbesar di Australia dalam beberapa tahun terakhir dan kemunduran bagi Qantas yang membangun kembali kepercayaan setelah krisis reputasi.

Dikutip dari Reuters, Rabu (2/7), hacker menargetkan pusat panggilan (call centre) dan mendapatkan akses ke platform layanan pelanggan pihak ketiga yang berisi 6 juta nama penumpang, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, dan nomor frequent flyer.

Maskapai Qantas tidak menyebutkan lokasi spesifik call centre atau penumpang yang informasinya bocor. Maskapai nasional Australia itu mengatakan, pihaknya mengetahui pembobolan itu setelah mendeteksi aktivitas tidak biasa di platform dan langsung bertindak untuk mengatasinya.

"Kami terus menyelidiki proporsi data yang telah dicuri meski kami memperkirakan jumlahnya akan signifikan," kata Qantas yang juga menyebut pembobolan itu tidak berdampak pada operasi atau keselamatan.

Ini perhatian yang tidak diinginkan oleh Qantas yang tengah membangun kembali kepercayaan publik atas tindakannya selama dan setelah pandemi COVID-19.

Qantas diketahui secara ilegal memecat ribuan karyawan selama penutupan perbatasan pada 2020. Qantas juga mengakui menjual ribuan tiket dari penerbangan yang telah dibatalkan.

Ilustrasi pesawat maskapai Qantas. Foto: Shutterstock

Politisi sempat menyoroti Qantas karena mereka melobi pemerintah federal pada 2022 supaya bisa menolak permintaan Qatar Airways untuk menjual lebih banyak penerbangan. Qantas membantah telah menekan pemerintah, yang akhirnya menolak permintaan itu.

CEO Qantas Vanessa Hudson telah meningkatkan reputasi publik maskapai sejak menjabat pada 2023.

Kami menyadari ketidakpastian yang dapat ditimbulkan. Pelanggan kami mempercayai kami dengan informasi pribadi mereka dan kami bertanggung jawab dengan serius," kata Hudson.

Qantas mengatakan telah memberi tahu Pusat Keamanan Siber Australia, Kantor Komisioner Informasi Australia, dan Polisi Federal Australia.

Qantas juga mengatakan hacker tidak mengakses akun frequent flyer atau kata sandi pelanggan, nomor PIN, atau detail log in.