Hadapi Lonjakan COVID-19, UGM Aktifkan Shelter Isolasi hingga Koordinasi Pemda

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Program vaksinasi corona massal Nakes di Graha Sabha Kampus UGM Yogyakarta, Kamis (28/1). Foto: Kemkes RI
zoom-in-whitePerbesar
Program vaksinasi corona massal Nakes di Graha Sabha Kampus UGM Yogyakarta, Kamis (28/1). Foto: Kemkes RI

Lonjakan kasus COVID-19 atau corona terjadi beberapa waktu terakhir, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta. Meningkatnya kasus corona ini ditengarai akibat varian Omicron.

Menyikapi hal ini, Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menyiapkan skema penanganan. Di antaranya, mengaktifkan asrama mahasiswa Darma Putra Baciro sebagai tempat isolasi mandiri (isoman) bagi civitas UGM yang terpapar corona.

Ketua Satgas COVID-19 UGM, Rustamadji, mengatakan kampus juga berencana akan menambah tempat isolasi menghadapi lonjakan kasus positif di DIY.

"Rencananya akan membuka tambahan tempat isoman dan juga kerja sama dengan pemda untuk isolasi terpusat (isoter)," kata Rustamadji dalam keterangannya, Selasa (15/2)

Menurutnya, fasilitas isoter yang disiapkan bersama Pemda DIY, Pemkab Sleman, serta Pemkot Yogyakarta akan ditujukan pada pasien tanpa gejala ataupun gejala ringan.

"Sementara itu, pasien dengan gejala sedang dan berat akan diarahkan ke fasilitas rumah sakit rujukan COVID-19," bebernya.

Tak hanya itu, UGM juga akan berkoordinasi dengan Gadjah Mada Medical Center (GMC), Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, serta Klinik Korpagama dalam penanganan COVID-19. Mulai dari skrining, tracing, isolasi, hingga treatment.

Dijelaskan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) bauran yaitu campuran antara daring dan luring harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Meskipun telah mendapatkan vaksin maupun booster, protokol kesehatan harus tetap dijalankan secara ketat guna menekan penularan COVID-19 agar tidak semakin meluas," ujarnya.

Seperti diketahui, per 14 Februari ini kasus corona aktif DIY tembus 6.093 kasus. Pemda DIY pun telah membuka Hotel Mutiara 2 sebagai isoter corona. Saat ini ada 63 pasien yang isolasi di sana.

Selain itu, desa-desa dan kelurahan diminta untuk mengaktifkan kembali shelter isolasi. Harapannya pasien yang positif bisa isolasi di sana dan mengurangi risiko penularan karena isolasi mandiri di rumah.