Hadi Tjahjanto Tak Akan Dampingi Andika Perkasa Tes di DPR, Ini Alasannya
·waktu baca 2 menit

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa akan menjalani fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan) sebagai calon Panglima TNI di Komisi I DPR RI, Sabtu (6/11) besok. Pelaksanaan FPT biasanya akan berlangsung hanya satu hari, dan langsung diambil keputusan sikap fraksi-fraksi di Komisi I.
Pada Desember 2017 saat Marsekal Hadi Tjahjanto menjalani fit and proper test di DPR untuk posisi yang sama, ia diantar oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo serta kepala staf tiga matra juga hadir di lokasi.
Lantas, bagaimana dengan tahun ini?
Saat dihubungi kumparan, Marsekal Hadi mengatakan, tradisi tersebut sebenarnya tidak ada dalam proses pergantian pimpinan TNI, namun sifatnya hanya kondisional.
“Saya pikir tidak ada tradisi semacam itu. Hal tersebut baru dilakukan oleh Pak Gatot yang waktu itu mengantarkan saya dan sifatnya kondisional,” kata Hadi saat dimintai tanggapan, Jumat (6/11).
“Kondisional yang dimaksud adalah dalam artian jika tidak ada tugas khusus lainnya,” tambah Hadi.
Lebih lanjut, Hadi membeberkan, saat pelaksanaan fit and proper test Andika besok bertepatan juga dengan agenda kunjungan kerjanya bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit ke Labuan Bajo, NTT.
“Kebetulan kali ini bertepatan saya ada kegiatan bersama Kapolri ke Labuan Bajo untuk percepatan vaksinasi di objek wisata dan persiapan Nataru (Natal dan Tahun baru),” tegas eks Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) itu.
Meski demikian, Hadi menekankan pentingnya mendukung Jenderal Andika Perkasa sebagai calon penerusnya. Ia bahkan turut mendoakan agar fit and proper test Andika berjalan lancar.
“Saya sudah kirim WA ke KSAD (Andika) mendoakan agar fit and proper test berjalan dengan lancar dan segera dilantik oleh presiden menjadi panglima TNI,” tandas Hadi.
Surpres penunjukan Andika Perkasa sebagai calon tunggal Panglima TNI oleh Presiden Jokowi diantar langsung oleh Mensesneg Pratikno pada Rabu (3/11) kemarin. Surpres tersebut diterima oleh Ketua DPR Puan Maharani didampingi Wakil Ketua DPR Bidang Korpolkam Lodewijk Friedrich Paulus dan Rachmat Gobel.
Andika tahun ini berusia 57 tahun dan akhir tahun depan akan memasuki masa pensiun. Sehingga, jika DPR menyetujui Andika sebagai Panglima TNI, maka menantu eks Kepala BIN Hendropriyono itu hanya akan menjabat setahun.
