Hadir di Sidang Korupsi, PM Israel Benjamin Netanyahu Klaim Tidak Bersalah

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelum menjalani persidangan korupsi di Pengadilan Distrik Yerusalem, Israel, Senin (8/2). Foto: Ruben Castro/Pool via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelum menjalani persidangan korupsi di Pengadilan Distrik Yerusalem, Israel, Senin (8/2). Foto: Ruben Castro/Pool via REUTERS

PM Israel Benjamin Netanyahu pada Senin (8/2/2021) hadir dalam persidangan korupsi yang menyeret namanya.

Dalam persidangan yang digelar pengadilan distrik Yerusalem, Netanyahu menyatakan dirinya tidak bersalah. Persidangan tersebut digelar enam pekan sebelum pemilu Israel.

"Saya konfirmasi bahwa saya akan mengirimkan jawaban tertulis atas nama saya," kata Netanyahu di hadapan hakim persidangan, seperti dikutip dari Reuters.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelum menjalani persidangan korupsi di Pengadilan Distrik Yerusalem, Israel, Senin (8/2). Foto: Ruben Castro/Pool via REUTERS

Persidangan terhadap Netanyahu awalnya diagendakan untuk mendengar kesaksian. Namun, sidang tersebut berlangsung singkat hanya 20 menit.

Netanyahu yang datang ke ruang sidang menggunakan masker setelah sidang langsung meninggalkan Pengadilan Distrik Yerusalem. PM Israel dengan masa pemerintahan terpanjang itu, tak memberikan penjelasan apa pun kepada media.

Netanyahu pada 2019 lalu didakwa dalam berbagai kasus korupsi. Dia diduga menerima hadiah dan menjanjikan proyek pada seorang taipan.

Sebagai imbalannya Netanyahu meminta media milik taipan tersebut memberikan pemberitaan baik terhadap dirinya dan pemerintahannya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) sebelum menjalani persidangan korupsi di Pengadilan Distrik Yerusalem, Israel, Senin (8/2). Foto: Ruben Castro/Pool via REUTERS

Persidangan Netanyahu diprediksi bakal membuat jalannya untuk menang pada pemilu 23 Maret akan lebih sulit.

Selain tersandung kasus korupsi, popularitas Netanyahu turun karena kebijakan penanganan corona pemerintahannya. Berbagai pihak menilai pemerintahan Netanyahu lamban menangani pandemi COVID-19.

Jajak pendapat teranyar memperlihatkan persaingan Partai Likud yang dipimpin Netanyahu dan penantangnya sangat ketat.