Haedar Nashir dan Salat Jumat Berbaur dengan Jemaah di Teras Masjid

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat salat Jumat (24/8/18). (Foto: Tim Web Muhammadiyah.)
zoom-in-whitePerbesar
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat salat Jumat (24/8/18). (Foto: Tim Web Muhammadiyah.)

Jumat siang itu masjid tampak ramai diisi para jemaah. Tak terkecuali di salah satu masjid di Magelang, Jawa Tengah. Jemaah meluber mengisi ruang masjid demi menunaikan ibadah salat Jumat.

Memang, tak ada yang istimewa pada saat itu. Semua tampak biasa saja. Hingga belakangan potret Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyeruak di media sosial. Dalam potret itu, Haedar rupanya menjadi bagian dari salat Jumat itu.

Meski berstatus sebagai pemimpin salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia, Haedar tidaklah duduk di barisan depan. Bukan pula dia menjadi imam di sana. Haedar justru tertangkap kamera tengah duduk di tepi teras masjid.

Potret itu kemudian itu bicara banyak hal, yang jelas: Haedar tak kebagian tempat duduk layaknya jemaah lain. Dengan membelakangi para jemaah, dia sedikit memiringkan tubuhnya, mendengarkan khutbah selesai, hingga datang waktu salat tiba.

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat salat Jumat (24/8/18). (Foto: Tim Web Muhammadiyah.)
zoom-in-whitePerbesar
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat salat Jumat (24/8/18). (Foto: Tim Web Muhammadiyah.)

Tentu saja, tak ada pengurus masjid yang tahu bahwa sosok itu adalah Haedar. Pria berusia 60 tahun tersebut memang tiba-tiba saja mampir ke masjid itu. Tujuannya satu, tak lain hanya untuk salat Jumat.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (24/8) kemarin, di kala dia tengah dalam perjalanan menuju Semarang demi menghadiri promosi doktor Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahniel Anzhar Simanjuntak.

“Foto itu ketika Pak Haedar sedang dalam perjalanan dari Yogya menuju Semarang untuk menghadiri Acara Promosi Sidang terbuka Doktor saya di Universitas Diponegoro Semarang,” kata Dahniel kepada kumparan, Sabtu (25/8)

Dahniel bercerita bahwa memang saat itu Haedar sengaja menepikan kendaraanya demi menunaikan salat jumat. Tak peduli masjid itu penuh sesak, kata Dahniel, Haidar tetap salat di sana tanpa meminta tempat duduk yang spesial.

Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah (Foto: Dok. Institut Harkat Negeri)
zoom-in-whitePerbesar
Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah (Foto: Dok. Institut Harkat Negeri)

Haedar, lanjut dia, datang layaknya orang biasa. Berbaur kepada jemaah setempat tanpa perlu mengenalkan diri sebagai Ketum Muhammadiyah. Tanpa perlu mendapat perlakuan yang istimewa.

“Kesederhanaan dan tidak minta diposisikan terhormat adalah khas watak pimpinan-pimpinan Muhammadiyah dari masa ke masa,” kata dia.

Ini jelas bukan kali pertama Haedar tertangkap kamera dalam bingkai yang penuh kesederhanaan. Dalam foto yang diposting @muhammadiyah, Minggu (19/8), Haedar terlihat menunggu kereta di bangku tunggu. Dengan mengenakan batik dan celana panjang hitam. Dia juga tampak membawa tas jinjing dan kardus bawaan.

X post embed

Berbicara soal Haedar Nashir sendiri, ia meniti kariernya dari bawah bersama Muhammadiyah. Pria kelahiran Bandung, 28 Februari 1958 ini bergabung dengan Muhammadiyah sejak tahun 1983.

Saat itu, ia dipercaya sebagai Ketua I Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Sejak itu, kariernya di pengurusan Muhammadiyah pun terus menanjak, hingga ia dilantik menjadi ketua umum pada 6 Agustus 2015.

Haidar adalah lulusan terbaik STPMD APMD Yogyakarta, lulus Cumlaude dari Pascasarjana S2-Sosiologi UGM, dan menjadi Doktor Sosiologi UGM, lulus Cumlaude. Selain tercatat sebagai Ketum Muhammadiyah, Haedar juga tercatat sebagai Dosen Program Doktor Politik Islam pada Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.