Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
29 Ramadhan 1446 HSabtu, 29 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45

ADVERTISEMENT
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menilai sistem pemilu langsung perlu dievaluasi kembali, baik itu legislatif maupun eksekutif.
ADVERTISEMENT
"Harus kita evaluasi kembali tetapi sekaligus didialogkan untuk direkonstruksi karena kenyataannya banyak yang kebablasan. Dievaluasi, kemudian dialog, lalu rekonstruksi," kata Haedar saat Silaturahmi Ramadan di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa (25/3).
Namun, hal itu harus dilakukan dalam suasana yang saling percaya dan tak saling curiga.
"Seperti nanti misalkan mengevaluasi pilkada langsung, itu kan bagi yang berkepentingan dan selama ini memperoleh banyak keuntungan dari proses politik yang bebas seperti ini mereka akan menghambat juga 'untuk apa sih, nanti kembali ke zaman orde baru' dan sebagainya," kata Haedar.
Haedar mengatakan, harus dipastikan Sila ke-4 yakni "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan" harus terimplemnetasi.
"Jadi dievaluasi dalam suasana dialogis. Nanti tentang format yang ketemu seperti apa, itu konsensus," katanya.
ADVERTISEMENT