Hafithar, Anak Kelas 1 SD yang Bolak-balik Tangerang-Jaktim, Akan Pindah Sekolah
·waktu baca 2 menit

Anak kelas 1 SD di SDN 4 Klender, Hafithar (8), mesti bolak-balik dari rumahnya di Tangerang ke Klender, Jakarta Timur, berjarak puluhan km demi menuntut ilmu. Hal itu menuai respons positif dari masyarakat yang kagum atas keberanian dan kemandiriannya.
Hafithar yang pulang-pergi naik KRL, berangkat selepas subuh dari Stasiun Tangerang, transit di Stasiun Tanah Abang, lalu berpindah ke rute Klender. Sosok Hafithar jadi buah bibir setelah videonya saat transit di Tanah Abang di pagi buta, viral.
Terkait ini, Kepala Sekolah SDN 4 Klender, Dwiyanti Lestari, mengatakan Hafithar akan pindah sekolah pada akhir bulan Desember 2025. Hal itu usai ibunya berpindah kerja dari Tangerang ke Parung, Bogor.
Hafithar akan pindah sekolah ke Bogor usai pembagian rapor.
"Sampai semester satu aja di sini, semester dua nanti akan pindah," kata dia ketika ditemui kumparan pada Senin (24/11).
Hingga bulan Desember 2025, Hafithar akan tinggal untuk sementara waktu di kediaman temannya bernama Gibran yang letak rumahnya tak jauh dari SDN 4 Klender. Orang tua Gibran sudah bersedia menampung Hafithar daripada Hafithar harus bolak-balik ke Bogor.
"Memang banyak orang-orang tua yang baik yang mau menampung Hafihar di rumahnya karena perjalanannya yang panjang ya dari rumah ke sekolah," ujar dia.
Sebelum bersedia pindah sekolah, Hafithar sempat menolak untuk pindah karena mengaku sudah nyaman dengan teman-teman dan guru di SDN 4 Klender. Akan tetapi, situasi tak memungkinkan bagi Hafithar untuk melanjutkan sekolah di SDN 4 Klender.
"Mamah Hafithar memberi keputusan kepada pihak sekolah bahwa nanti semester dua Hafithar akan pindah di daerah Parung ya, di semester dua," kata dia.
Anak Yatim
Hafithar adalah anak yatim. Ayahnya sudah meninggal dunia sejak 5 tahun lalu. Hafithar adalah anak kelima dari lima bersaudara. Sementara itu, ibunya bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART).
Nantinya begitu Hafithar pindah ke Bogor, biaya pendidikan seperti sekolah baru diurus oleh majikan sang ibu.
"Memang itu keputusan orang tuanya, kami juga tidak memaksakan karena orang tuanya sudah mendapat pekerjaan gitu, dan memang sudah diurus untuk di sana mencarikan sekolah dan sebagainya oleh bosnya orang tuanya," jelas Dwiyanti.
