Haji 2020: Kerikil Jumrah Disterilisasi, Tenda di Arafah Maksimal 10 Jemaah

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tenda-tenda jemaah di Mina. Foto: Denny Armandhanu/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tenda-tenda jemaah di Mina. Foto: Denny Armandhanu/kumparan

Akhir bulan Juli ini ibadah haji 2020 akan dilaksanakan. Haji yang biasanya diikuti 2,5 juta muslim, hanya akan dihadiri maksimal 10 ribu jemaah warga negara asing maupun lokal yang tinggal di Arab Saudi.

Untuk mencegah penularan corona, Pusat Nasional Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Arab Saudi (Weqaya) telah mengeluarkan protokol kesehatan khusus untuk musim haji 2020.

Berikut garis besar protokol kesehatan haji 2020 seperti dilansir Saudi Gazette dan Arab News, Senin (6/7):

  1. Dilarang memasuki Mina, Muzdalifah, dan Arafah tanpa mengantongsi surat izin haji mulai 19 Juli (28 Dzulqodah) hingga 12 Zulhijah atau hari kelima haji.

  2. Panduan dan pengumuman kewaspadaan harus ditempatkan di semua area dan ditulis dalam berbagai bahasa yang mencakup peringatan tentang infeksi COVID-19, protokol cuci tangan, etiket bersin dan batuk, dan penggunaan pembersih tangan berbasis alkohol.

  3. Penyelenggara haji harus mendistribusikan jemaah di tempat Tawaf di sekitar Ka'bah untuk mengurai kepadatan dan memastikan jarak 1,5 meter antarjemaah.

  4. Petugas di Masjidil Haram harus memastikan bahwa jemaah didistribusikan di semua lantai Masa tempat Sai (ritual berjalan/lari-lari kecil antara Safa dan Marwa) dan menempatkan garis pembatas untuk menjaga jarak sosial.

  5. Petugas juga harus memastikan bahwa lantai di sekitar Ka’bah (mataf) dan tempat Sai (masa) disanitisasi oleh petugas kebersihan sebelum dan setelah setiap kelompok jemaah melakukan Tawaf dan Sai.

  6. Menyentuh dan mencium Ka’bah dan Hajar Aswad dilarang. Penghalang akan dipasang untuk mencegah jemaah menggapai kedua situs suci itu.

  7. Karpet masjid disingkirkan, jemaah menggunakan sajadah pribadi masing-masing.

  8. Dilarang membawa makanan di dalam maupun di halaman masjid.

  9. Suhu tubuh semua personel, pemandu, jemaah, pada para pekerja lainnya harus diperiksa di setiap rangkaian ibadah haji.

  10. Masker dan perlengkapan pelindung wajah harus dipakai sepanjang waktu dan membuangnya dengan cara yang tepat di tempat yang ditentukan.

  11. Tanda/rambu physical distancing di lantai harus dipasang di lokasi-lokasi seperti tempat pengambilan barang, restoran, dan pemberhentian bus, dengan jarak 1,5 meter setiap rambu.

  12. Mengenai protokol untuk Arafah dan Muzdalifa, jemaah harus mematuhi jarak sosial sepanjang waktu dan mengenakan masker. Penyelenggara harus memastikan bahwa tidak lebih dari 10 jemaah yang berada di tenda seluas 50 meter persegi dan memastikan jarak 1,5 meter antara setiap jemaah. Jemaah harus mematuhi jalur yang disediakan dan penyelenggara harus memastikan bahwa semua jemaah tetap berada di jalurnya dan mematuhi aturan jarak sosial.

  13. Untuk lempar jumrah di Jamarat, per kelompok tidak boleh lebih dari 50 jemaah dan dilakukan sesuai jadwal yang disediakan. Antarjemaah harus berjarak 1,5 meter.

  14. Jemaah disediakan kerikil yang telah disterilisasi/didisinfektan dan dibungkus dalam wadah untuk ritual lempar jumrah.

  15. Mereka yang dicurigai terinfeksi akan diizinkan untuk menunaikan ibadah haji hanya setelah dievaluasi oleh dokter. Mereka akan dialokasikan ke dalam kelompok-kelompok tertentu dari kasus-kasus yang dicurigai, ditempatkan di tempat akomodasi yang ditunjuk, dan disediakan bus-bus dengan jalur yang telah didesain untuk mengakomodasi kondisi mereka.

  16. Personel tidak diizinkan bekerja jika mereka mengalami gejala seperti flu (demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, atau tiba-tiba kehilangan indera penciuman atau rasa), sampai gejala hilang dan dinyatakan sembuh oleh dokter.

  17. Kegiatan disinfektanisasi dan sanitasi sepanjang waktu harus dilakukan di bagian permukaan seperti pegangan pintu dan meja di area penerimaan jemaah, area tempat duduk umum, dan area tunggu.

  18. Sanitizer harus ditempatkan di sebelah ATM, panduan layar sentuh, dan mesin penjual otomatis. Semua majalah cetak dan surat kabar harus disingkirkan untuk mengurangi kemungkinan penularan.

  19. Weqaya juga menetapkan protokol untuk mengurangi tingkat penularan di restoran dan tempat pemberhentian.

  20. Water cooler harus dihentikan di Masjidil Haram dan situs-situs suci.

  21. Air Zamzam dalam botol akan disediakan dan didistribusikan kepada para jemaah setiap saat.

  22. Makanan per paket individu akan disajikan untuk para jemaah. Pekerja yang mendistribusikan makanan harus mengikuti protokol ketat yang mencakup mencuci tangan tidak kurang dari 40 detik menggunakan sabun dan air. Dan ketika mereka tidak dapat mengakses fasilitas itu, pembersih berbasis alkohol harus digunakan sebagai gantinya selama tidak kurang dari 20 detik.

  23. Pekerja di bagian akomodasi jemaah harus selalu memakai masker wajah. Jemaah juga harus mengenakan masker ketika meninggalkan kamar mereka dan pekerja harus mendisinfektan dan mensanitasi semua barang jemaah yang baru datang.

Infografik cara mencegah penularan virus corona. Foto: kumparan

————-----------------------

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona