Halte TransJakarta PRJ Dijaga Personel TNI

Penjagaan dari petugas TNI tampak di halte bus TransJakarta PRJ JIExpo Kemayoran pada Minggu (30/4) setelah perampokan yang terjadi pada dini hari tadi. Pantauan kumparan (kumparan.com), dua personel TNI berjaga di pintu masuk halte TransJakarta yang berada di depan loket.
Biasanya, tidak ada personel TNI atau polisi yang menjaga halte. Halte hanya dijaga oleh petugas TransJakarta.
Halte di PRJ hingga pukul 11.40 WIB tampak sepi. Belum terlihat warga yang menunggu kedatangan bus. Belum juga terlihat adanya bus yang melintas sejak pukul 11.00 WIB meski halte tetap beroperasi. Halte juga tidak dilingkari oleh garis polisi.

Selain personel TNI, tampak tiga orang petugas TransJakarta yang sedang memeriksa CCTV yang terpasang di halte tersebut. Ketiga orang itu tampak melihat apakah kamera CCTV berfungsi atau tidak. Terdapat dua kamera CCTV di halte tersebut. Satu kamera terpasang di atas pintu masuk penumpang sementara satu kamera CCTV terpasang di dalam loket.
Yang menjadi korban perampokan kemarin adalah seorang petugas PT TransJakarta yang bernama Abdurrohman. Perampok berjumlah 4 orang dan merampas ponsel Abdurrohman.
Abdurrohman sempat dilarikan ke RS Mitra Kemayoran, lalu dipindahkan ke RS Koja, Tanjung Priok. Kasus ini telah dilaporkan ke polisi.

Baca juga: Petugas TransJakarta Dirampok Komplotan Bercelurit di Halte PRJ
