Hamas Bantah Laporan AS soal Akan Langgar Gencatan Senjata
·waktu baca 2 menit

Dapartemen Luar Negeri Amerika Serikat menyampaikan telah menerima laporan kredibel terkait indikasi Hamas untuk melanggar gencatan senjata. Pelanggaran dalam bentuk serangan terhadap warga sipil Palestina.
"Jika Hamas melanjutkan serangan ini, langkah-langkah akan diambil untuk melindungi rakyat Gaza dan menjaga integritas gencatan senjata," demikian keterangan Departemen Luar Negeri AS melalui X yang dirilis pada Sabtu (18/10). Mereka tidak merinci bentuk serangan tersebut.
Terkait laporan itu, Hamas membantahnya. Dikutip dari Aljazeera, Hamas menyebut keterangan itu sejalan dengan propaganda Israel. "Menyesatkan dan memberikan dalih untuk melanjutkan kejahatan pendudukan [Israel, red.] dan agresi terorganisir terhadap rakyat kami," kata Hamas, Minggu (19/10).
Hamas meminta AS untuk berhenti mengulang narasi menyesatkan Israel. Menurut mereka justru Israel yang telah banyak melanggar gencatan senjata dengan melakukan serangan ke warga Gaza.
"Fakta di lapangan menunjukkan hal yang sebaliknya, karena otoritas pendudukanlah [Israel, red.] yang membentuk, mempersenjatai, dan mendanai geng-geng kriminal yang melakukan pembunuhan, penculikan, pencurian truk bantuan, dan penyerangan terhadap warga sipil Palestina. Mereka telah secara terbuka mengakui kejahatan mereka melalui media dan klip video, yang menegaskan keterlibatan pendudukan dalam menyebarkan kekacauan dan mengganggu keamanan," katanya.
Hamas mengatakan bahwa pasukan polisinya di Gaza yang didukung rakyat dan komunitas hanya menjalankan tugas untuk mengejar geng-geng dan meminta pertanggungjawaban mereka sesuai dengan mekanisme hukum yang jelas. Langkah itu diambil untuk melindungi warga negara dan menjaga properti publik dan pribadi.
Serangan Israel selama Gencatan Senjata
Kantor Media Pemerintah Gaza mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka telah menghitung hampir 50 pelanggaran Israel terhadap perjanjian damai. Serangan Israel mengakibatkan 38 kematian warga Palestina dan 143 luka-luka selama gencatan senjata.
Mereka menyebut tindakan Israel sebagai pelanggaran yang mencolok dan jelas terhadap keputusan gencatan senjata dan aturan hukum humaniter internasional.
Menurut kantor tersebut, pasukan Israel di Gaza menembaki dan mengebom warga sipil secara langsung. Israel juga terus memblokir upaya pembukaan kembali perlintasan perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir.
Pembukaan Rafah telah diserukan untuk meningkatkan aliran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza dan memungkinkan warga Palestina bepergian ke luar negeri.
