Hamas Pelajari Usulan Gencatan Senjata Israel, tapi Tolak Serahkan Senjata
·waktu baca 1 menit

Kelompok Hamas menyebut Israel telah menawarkan gencatan senjata selama 45 hari pada Senin (14/4). Mereka kemudian menjelaskan, Israel menginginkan selama masa itu setengah dari sandera yang tersisa dibebaskan.
Hamas lalu menambahkan, Israel menginginkan mereka menyerahkan senjata agar perang Gaza dapat berakhir. Menurut penguasa Gaza tersebut, permintaan Israel itu melewati garis merah.
Menurut seorang pejabat Hamas, usulan gencatan senjata dari Israel saat ini masih dipelajari oleh mereka.
“Faksi perjuangan dan Hamas posisinya bahwa senjata perjuangan adalah garis merah yang tak bisa dinegosiasikan,” ucap seorang pejabat Hamas seperti dikutip dari AFP.
“Hamas menginformasikan mediator kami ingin menyepakati gencatan senjata permanen, penarikan seluruh tentara Israel dari Jalur Gaza dan masuknya bantuan,” sambung dia.
Adapun saat ini masih ada 58 sandera Israel di Gaza. Sejak perang pecah, Israel menuntut pembebasan warganya yang masih disandera.
Dalam keterangannya, Israel lagi-lagi menekankan syarat utama gencatan senjata permanen cuma pembebasan seluruh sandera.
“Proposal termasuk melucuti senjata Hamas dan faksi bersenjata di Gaza adalah sebagai syarat supaya perang berhenti permanen,” kata pejabat Israel.
