Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Hamas Tolak Proposal Gencatan Senjata yang Diusulkan Israel
3 April 2025 10:59 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Hamas tolak proposal gencatan senjata di Gaza yang diusulkan oleh Israel. Hamas menyatakan hanya berkomitmen pada proposal yang diajukan mediator.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Reuters, Kamis (3/4), Israel pada Sabtu (29/3) minggu lalu menyampaikan proposal balasan kepada mediator dengan berkoordinasi penuh dengan AS. Sebeumnya, Hamas telah menyetujui proposal yang diusulkan Mesir dan Qatar selaku mediator.
Dalam lampiran proposal yang diterima Reuters, proposal yang diajukan pihak mediator merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata pada 17 Januari dan akan memperpanjang gencatan senjata selama 50 hari.
Berdasarkan dokumen itu, negosiasi untuk gencatan senjata fase kedua harus berakhir sebelum periode 50 hari selesai. Proposal itu mencakup pembebasan warga negara AS yang jadi tentara Israel, Edan Alexander.
Berdasarkan proposal itu juga, Hamas akan membebaskan 4 sandera Israel, dengan satu sandera dibebaskan setiap 10 hari sebagai imbalan atas pembebasan 250 warga Palestina yang ditahan di penjara Israel.
ADVERTISEMENT
Proposal itu juga mencakup penghentian operasi militer Israel, membuka jalur penyeberangan agar bantuan kemanusiaan dapat masuk, dan membuka kembali Koridor Netzarim agar mobil dapat masuk dari selatan ke utara dan sebaliknya. Militer Israel pada 19 Maret mengatakan memperluas kembali kendali mereka ke pusat Koridor Netzarim yang membelah Jalur Gaza.
Fase pertama gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada 19 Januari setelah 15 bulan perang dan melibatkan penghentian pertempuran, pembebasan beberapa sandera Israel yang ditahan oleh Hamas, dan pembebasan beberapa tahanan Palestina.
Namun, Israel mengatakan pada 19 Maret bahwa pasukannya melanjutkan operasi darat di Jalur Gaza bagian tengah dan selatan. Israel juga mengumumkan perluasan besar operasi militer di Gaza pada hari Rabu, dengan mengatakan sebagian besar wilayah kantong itu akan direbut dan ditambahkan ke zona keamanannya, disertai dengan evakuasi penduduk dalam skala besar.
ADVERTISEMENT
Tahap kedua dari kesepakatan tiga tahap tersebut dimaksudkan untuk fokus pada kesepakatan tentang pembebasan sandera yang tersisa dan penarikan pasukan Israel dari Gaza. Hamas mengatakan, setiap proposal harus memungkinkan peluncuran tahap kedua, sementara Israel telah menawarkan untuk memperluas tahap pertama yang berlangsung selama 42 hari.