Hamas Tuding Israel Tingkatkan Serangan ke Gaza untuk Gagalkan Rencana Damai

Beberapa hari ini terjadi eskalasi serangan Israel ke Jalur Gaza. Padahal, Presiden AS Donald Trump dan Board of Peace (BoP) sebelumnya mengumumkan telah tercapai kesepakatan mengenai pelucutan senjata Hamas dkk dan gencatan senjata di Gaza.
Atas aksi Israel ini, Hamas menuduh Israel sengaja meningkatkan serangannya di Jalur Gaza untuk menggagalkan kesepahaman yang telah dicapai dengan para mediator dan pemerintahan AS.
Dikutip dari Saudi Gazette, Selasa (4/8), Hamas mengatakan serangan Israel sejak Minggu (2/8) pagi telah menewaskan lebih dari 19 warga Palestina dan "memusnahkan" seluruh keluarga.
Pemboman tersebut disebut sebagai "eskalasi yang disengaja oleh pemerintahan penjahat perang Netanyahu, yang bertujuan menghalangi kesepahaman yang telah dicapai dengan para mediator, termasuk pemerintahan AS, untuk menyelesaikan pelaksanaan perjanjian gencatan senjata," kata Hamas.
Presiden AS Donald Trump pada Jumat (31/7) mengumumkan bahwa Hamas dan kelompok bersenjata Palestina lainnya telah sepakat untuk melucuti senjata.
Trump menyebut perjanjian yang melibatkan Board of Peace (BoP) itu sebagai "langkah monumental" menuju perdamaian dan keamanan di wilayah yang hancur tersebut.
Hamas menyerukan kepada para mediator dan penjamin perjanjian gencatan senjata agar "memikul tanggung jawab mereka", mengecam serangan Israel, dan "segera" menekan Israel untuk menghentikan serangannya serta mematuhi perjanjian tersebut.
Kelompok Palestina itu menggambarkan serangan Zionis tersebut "setara dengan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan". Hamas menyerukan masyarakat internasional mengambil langkah hukum untuk meminta pertanggungjawaban para pemimpin Israel.
Hamas juga mendesak diambilnya langkah-langkah untuk melindungi warga Palestina, yang menurutnya terus menghadapi "ancaman genosida dan pengusiran".
Adapun Menteri Energi Israel Eli Cohen dalam wawancara dengan Army Radio mengatakan tidak ada kesepakatan yang mewajibkan Israel menghentikan serangannya selama rencana damai tersebut masih dinegosiasikan.
