Hamdan Zoelva Bela Anies soal Sebut Prabowo Tak Tahan Jadi Oposisi

Ketua Dewan Pakar Timnas AMIN, Hamdan Zoelva, memberikan tanggapan terkait pernyataan capres 01 Anies Baswedan dalam debat capres. Anies menyebut capres 02 Prabowo Subianto tidak tahan jadi oposisi.
Hamdan mengatakan, pada faktanya saat ini memang ramai orang ingin masuk dalam kekuasaan. Menurutnya, jika masuk dalam kekuasaan atau mendukung kekuasaan pemerintah, mereka akan banyak mendapat kemudahan. Salah satunya kemudahan dalam berbisnis.
"Kemudian yang kedua, orang beramai-ramai masuk kekuasaan. Karena di kekuasaan itu tempat mendapatkan banyak keuntungan. Keuntungan kemudahan usaha, keuntungan bisnis, dan itu menjadi masalah besar bagi negara," ujar Hamdan Zoelva saat diwawancarai wartawan usai menggelar konferensi pers di Sekretariat Koalisi Perubahan, Brawijaya X, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (14/12).
Hamdan menilai, meskipun orang tidak mendukung pemerintah atau memposisikan diri sebagai oposisi, bisnisnya harus tetap berjalan.
"Karena itu dibilang sama Pak Anies, jangan begitu, orang tidak menjadi bagian, tidak mendukung pemerintah tapi bisnis harus jalan," ucap Hamdan.
Namun, kini ia menilai jika orang tidak mendukung pemerintah maka bisnisnya tidak akan berjalan.
"Sekarang orang tidak mendukung pemerintah, bisnis tidak jalan. Nah ini kemarin yang menjadi stresing dari Pak Anies, dan ini penting sekali dalam state building kita," kata dia.
Sebelumnya Anies Baswedan menyindir Prabowo dalam debat capres pada Selasa (12/12). Anies menyebut Prabowo tidak tahan jadi oposisi.
"Sayangnya tidak semua orang tahan menjadi oposisi, seperti yang disampaikan Pak Prabowo, Pak Prabowo tidak tahan jadi oposisi," kata Anies pada debat pertama capres di kantor KPU, Selasa (12/12).
Pada 2014-2019 Prabowo berada di luar kekuasaan usai kalah dari pilpres dari Jokowi. Namun, pada 2019 ketika kembali kalah Prabowo memutuskan bergabung pada kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin. Prabowo juga ditunjuk jadi Menhan oleh Jokowi.
