Hampir Setahun Kematian Mahasiswa S3 UB Masih Misterius, 49 Saksi Diperiksa

Polisi masih terus mengusut kematian mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Kavana Hafil Kusuma, di Sungai Clumprit, Kelurahan Temas, Kota Batu. Sudah hampir setahun sejak jasadnya ditemukan dalam kondisi terikat pada 20 November 2025, kasus tersebut hingga kini masih belum terungkap.
Polisi hingga kini telah meminta keterangan 49 orang terkait kematian korban.
Kasatreskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin mengatakan, ada tiga saksi baru yang dimintai keterangan untuk mengungkap kematian mahasiswa S3 Biologi tersebut. Total hingga kini setidaknya ada 49 saksi yang diperiksa, bertambah dari sebelumnya 46 saksi.
"Tiga orang saksi baru kami temukan, jadi berkembang dulu 46 sekarang menjadi 49 saksi," kata Zainal saat dikonfirmasi wartawan, Senin (14/9/2026).
Tiga saksi baru itu, kata Zainal, merupakan hasil pengembangan pemeriksaan terhadap dua saksi sebelumnya yang telah dimintai keterangan oleh polisi. Penyidik juga masih menelusuri barang-barang milik korban yang sempat hilang, seperti ponsel.
Pada 2-3 September 2026, penyidik menguras air yang sudah mengering di Sungai Clumprit demi menemukan barang milik korban. Lokasi pencarian berada sekitar 700 meter dari tempat penemuan jasad korban dan sepeda motornya.
"Upaya pencarian barang bukti itu kami lakukan dengan tujuan untuk mencari barang-barang milik korban yang masih belum ditemukan. Dan juga barangkali ada temuan bukti petunjuk yang berkaitan dengan peristiwa ini,” jelas dia.
Saat penelusuran, polisi menemukan beberapa barang. Namun, pihaknya masih memeriksa lebih lanjut untuk memastikan apakah barang-barang tersebut memang milik korban atau bukan.
"Ada beberapa barang yang belum ditemukan, terutama barang elektronik milik korban dan barang lain (HP dan laptop) milik korban," ucapnya.
Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya saksi lain yang memiliki informasi terkait rangkaian kejadian sebelum Kavana ditemukan meninggal dunia.
“Kami akan tetap melakukan langkah-langkah penyidikan lanjutan dan penyidikan lain dengan tujuan atau dalam rangka untuk membuat terang peristiwa ini,” ucapnya.
Ditemukan Satu Tahun Lalu
Kavana Hafil Kusuma dinyatakan hilang kontak sejak 14 November 2025. Saat itu, Hafil terakhir kali terlihat di Laboratorium Biologi Universitas Brawijaya pada siang hari sebelum sempat bersantai bersama rekan-rekannya di sebuah kafe.
Hafil yang berniat pulang ke rumahnya di Kota Batu kemudian dilaporkan hilang. Tiga hari berselang, tepatnya 17 November 2025, ayah korban yang mulai cemas menghubungi dosen pembimbing Hafil untuk melaporkan bahwa putranya tak kunjung sampai di rumah.
Pada 20 November 2025, seorang warga yang hendak memancing menemukan mayat di Sungai Clumprit di Jalan Pattimura, Kelurahan Temas, Kota Batu. Saat itu tidak ada identitas yang melekat pada mayat laki-laki tersebut.
Polisi mengevakuasi mayat tersebut untuk autopsi. Seminggu berlalu, keluarga Hafil mendapat kabar soal temuan mayat, mereka akhirnya datang untuk melakukan pencocokan identitas.
Pada tanggal 27 November 2025, akhirnya diketahui bahwa mayat itu adalah Hafil yang dilaporkan hilang.
Setahun sejak penemuan mayat tersebut, polisi kesulitan mengungkap penyebab kematian korban karena tidak ada saksi yang mengetahui keberadaan Hafil sebelum ditemukan tak bernyawa di sungai.
Kematian
Kematian Hafil pada usia 23 tahun banyak mendapat sorotan Badan Eksekutif Mahasiswa di lingkungan kampus UB.
BEM FEB UB pada April 2026 memuat profil dan kasus Hafil, antara lain sebagai berikut:
