'Hantu' di Jalan Asia Afrika Bandung Kena Imbas PPKM Level 3, Pendapatan Menurun
ยทwaktu baca 2 menit

PPKM Level 3 yang kembali diterapkan di Kota Bandung berdampak pada masyarakat dan sejumlah sektor ekonomi, termasuk 'hantu-hantu' di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat. Kebijakan itu ditetapkan berdasarkan Perwal No 19 Tahun 2022 dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19.
Para cosplayer hantu yang tergabung dalam Comjurig (Comunitas Jurig Bandung) mengaku pengunjung dan wisatawan menjadi sepi.
Salah satu cosplayer hantu Kakek Gayung bernama Andi, mengatakan, sejak masa PPKM diterapkan waktu operasional mereka untuk menghibur masyarakat berkurang.
"Sebelumnya bisa menghibur hingga pukul 10 malam di waktu weekend. Namun kini, jam 6 malam sudah dibatasi, terlebih lagi (sebelum pandemi) weekend merupakan waktu yang tepat untuk berkumpul," ujar Andi pada Jumat (18/2).
Pembatasan jam yang berlaku juga berimbas pada pendapatan yang ia dapatkan. Menurutnya, pendapatan menyusut hingga 50 persen dari sebelum kebijakan PPKM Level diterapkan.
"Kalau untuk pendapatan, sudah jelas berkurang banyak, dari jam operasional juga dikurangi," imbuhnya.
Pembatasan waktu hingga pukul 6 sore bagi para cosplayer disebabkan pemberlakuan penutupan jalan di beberapa titik kota Bandung, salah satunya Jalan Asia-Afrika.
Comjurig merupakan komunitas resmi yang sudah terdaftar di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung. Dalam komunitas yang berjumlah 20 orang tersebut, berbagai jenis karakter hantu mereka munculkan, seperti pocong, nenek lampir, kakek gayung, vampire dan masih banyak lagi.
Andi berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dapat memberikan mereka perhatian lebih, baik dalam bentuk bantuan maupun kunjungan.
"Sekarang, perhatian (dari pemkot Bandung) ya kurang, kalau dulu Ridwan Kamil sering kesini, bagi-bagi rezeki, nengok. Semoga situasi ini bisa kembali normal," tandasnya.
----
Penulis: Ulfah Salsabila
