Hanura soal Pencopotan Asman Abnur: Wajar, PAN Masuk Koalisi Sebelah

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri PAN & RB, Asman Abnur (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri PAN & RB, Asman Abnur (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)

Presiden Joko Widodo berencana mencopot MenPAN-RB Asman Abnur dari Kabinet Kerja karena PAN yang merupakan partai Asman bergabung memilih berkoalisi dengan Gerindra, Demokrat, dan PKS.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir mengatakan, pencopotan Asman sebagai MenPAN-RB dari kabinet Jokowi sudah sepatutnya. Karena, kata dia, PAN telah memutuskan untuk masuk ke koalisi oposisi.

“Karena sudah masuk tahun elektoral dan koalisi untuk Pilpres 2019 sudah terbentuk di mana PAN berada di koalisi sebelah, maka wajar saja untuk mencopotnya,” kata Inas melalui pesan singkat, Selasa (14/8).

Menurut Inas, di sisa masa pemerintahan yang tinggal setahun, harusnya tidak sulit bagi Jokowi untuk mencopot Asman. Karena bagaimana pun PAN tidak lagi dalam posisi mendukung pemerintahan Jokowi.

“Saya kira tidak masalah (reshuffle di sisa masa pemerintahan Jokowi setahun lagi),” ujarnya.

"Politik bisa miring-miring, apalagi kalau kebijakan yang diambil merugikan pemerintahan Jokowi, berbahaya bukan?" pungkasnya.

Sebelumnya, rencana pencopotan Asman dari kabinet sebagai MenPAN-RB diutarakan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Dia mengatakan, reshuffle bisa saja terjadi secepatnya karena ada konsekuensi dari dinamika politik koalisi di Pilpres 2019.

"Sekali lagi saya ulang, Pak Presiden kalau terkait dengan kinerjanya, ini kan bicara tentang PAN, kalau kinerjanya menteri PAN di pemerintahan dalam hal ini Pak Asman Abnur, beliau sangat-sangat puas, sangat-sangat bagus," kata Pratikno di Kantor Sekretaris Negara, Jakarta Pusat.