Harapan Buni Yani soal Vonis: Mudah-mudahan yang Terbaik

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Buni Yani di RSPAD. (Foto: Ferio Pristiawan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Buni Yani di RSPAD. (Foto: Ferio Pristiawan/kumparan)

Jelang menghadapi sidang vonis putusan pada 14 November mendatang, Buni Yani semakin rajin untuk mendatangi para tokoh-tokoh elite. Kemarin, Rabu (1/11), Buni Yani mengunjungi kediaman Amien Rais. Kini, Buni Yani menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Gedung DPR.

Adapun maksud pertemuan yang digalang Buni Yani adalah untuk bersilaturahmi dan meminta dukungan moril sebelum menerima vonis putusan dari majelis hakim PN Bandung.

Ketika ditanya apakah Buni Yani yakin bakal divonis bebas oleh hakim, Buni Yani terdiam. Sejenak ia menghela nafas kemudian baru berbicara.

"Sebetulnya agak susah berandai andai. Mudah-mudahan yang terbaik. Dan saya dalam proses pemeriksaan selalu dateng, dan satu kali pun kalau dalam proses persidangan saya belum pernah absen," ujar Buni Yani di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (2/11).

Sebagai warga negara yang baik, dirinya akan patuh terhadap hasil putusan persidangan. Sebab, dirinya mengaku tidak salah dalam kasus video Ahok tersebut.

"Saya warga negara yang baik. Pokoknya kita tunjukan bahwa kita serius menghormati persidangan," tuturnya.

Buni Yani pun terus berdoa dan semoga apa yang telah ia sampaikan di persidangan dapat membuat hati nurani majelis hakim tidak menjatuhkan vonis pada dirinya. Ia berharap keadilan masih tegak di Republik Indonesia.

"Insyaallah itu yang kita sedang mengetuk hati majelis hakim. Makanya kita kuatkan," sebutnya.

Sebagai informasi, dalam dua pekan mendatang, nasib Buni Yani bakal ditentukan dalam vonis putusan di PN Bandung. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Buni Yani hukuman dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta.