Harga Hotel Karantina untuk Wisman di Bali Capai Rp 19 Juta, Bisa ke Pantai
ยทwaktu baca 2 menit

Sebanyak lima hotel ditetapkan sebagai hotel karantina bagi wisatawan mancanegara (wisman) yang liburan ke Bali.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpekraf RI Nia Niscaya mengatakan, kisaran harga hotel untuk karantina antara Rp 10-19 juta.
"Tiap hotel berbeda, misalnya di Grand Hyatt itu Rp 14 juta kalau single, itu kamar grand round, kalau grand sweet Rp 19 juta. Di Westin kalau single Rp 10,3 juta dan kalau double Rp 15 juta. Jadi sekitar Rp 10-19 juta tergantung kamar," kata Nia di di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kamis (3/2).
Adapun lima hotel tersebut adalah Hotel Grand Hyatt Nusa Dua, Westin Resort Nusa Dua, Griya Santrian Sanur, dan Viceroy Ubud. Total kamar hotel karantina berjumlah 477 kamar.
Karateristik hotel yang layak menjadi tempat karantina adalah hotel yang mampu memisahkan gedung dan fasilitas bagi tamu karantina dengan reguler. Selain itu, konsep karantina yang dilakukan wisman ke Bali lebih longgar dari pada Jakarta.
"Ini lima hotel memiliki 447 kamar melayani warm up vacation dan ada 64 hotel lainnya akan sama dengan Jakarta karantina dalam kamar," kata Nia.
Di tempat yang sama, Ketua Asosiasi Pariwisata Bali (Asita) Ketut Ardana mengatakan, karantina yang lebih longgar ini sengaja dilakukan agar wisman tidak jenuh.
"Mereka enggak akan merasakan kejenuhan selama karantina apalagi kalau (turis) Eropa datang," kata Ardana.
Ardana menuturkan, beberapa aktivitas yang bisa dilakukan wisman tersebut adalah berenang di kolam hotel, gym, kelas menari, kelas memasak dan menikmati pantai.
Para tamu hotel dilarang keras beraktivitas di luar hotel sebelum masa karantina berakhir. Para karyawan juga menginap di hotel untuk meminimalisasi interaksi dengan penghuni di luar hotel.
"Kalau di Bali karantinanya ada aktivitas, ada yoga, ada meditasi, mereka bisa ke pantai, belajar menari. Jadi any activites yang ada di hotel itu. Apalagi dengan perjalanan panjang saya kira mereka bisa menikmati aktivitas dan ke pantai. Saya kira bisa menghilangkan kejenuhan mereka," kata Ardana.
