Harga Tes PCR di India Rp 96 Ribu, Indonesia Diatur Maksimal Rp 900 Ribu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang petugas kesehatan mengumpulkan sampel swab PCR di Chennai, India. Foto: Arun SANKAR/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Seorang petugas kesehatan mengumpulkan sampel swab PCR di Chennai, India. Foto: Arun SANKAR/AFP

Hasil tes RT-PCR untuk mendeteksi COVID-19 lebih akurat dibandingkan rapid antigen, sehingga hasil tes ini kerap dijadikan syarat aktivitas warga di masa pembatasan pandemi corona. Tetapi, harga RT-PCR di Indonesia cukup menguras kantong dan tak jarang dikeluhkan sejumlah pihak.

Mahalnya harga tes PCR dan antigen di Jakarta salah satunya menjadi perhatian pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Hal ini disampaikan Hotman di Instagram pribadinya, meski kini unggahan tersebut telah dihapus.

"Mari berdoa: Oh Tuhan kapan harga PCR di buat murah ! Oh Tuhan: Rumah Sakit & Klinik makin kaya dari test Pcr! Setiap travel harus Pcr! Betapa kayanya Rumah sakit dan klinik! Amin," tulis Hotman, dikutip kumparan, Kamis (12/8).

Apabila dibandingkan dengan India, misalnya, harga tes PCR di Indonesia memang terpaut sangat jauh. Bahkan, harga PCR di India yang ditetapkan pemerintah justru hampir sama dengan harga tes rapid antigen di Indonesia.

Lantas, saat ini bagaimana perbandingan harga tes PCR dan rapid antigen di India dan Indonesia? Berikut dirangkum kumparan:

Harga Tes PCR dan rapid antigen di India

Sebelumnya, harga tes PCR di ibu kota New Delhi, India, seharga 800 Rupee atau setara Rp 154.986.00. Tetapi pemerintah New Delhi di India telah memutuskan memangkas harga tes PCR mencapai ratusan Rupee.

Kini, harga tes PCR hanya 500 Rupee atau setara Rp 96 ribu. Sementara itu, untuk harga tes antigen seluruh rumah sakit di New Delhi sebesar 300 Rupee atau Rp 58 ribu.

Pemerintah New Delhi menegaskan, seluruh lab dan rumah sakit swasta harus mematuhi instruksi harga yang sudah ditetapkan pada awal Agustus 2021 ini.

"Pemerintah New Delhi menurunkan harga secara tes corona secara drastis, ini untuk menolong rakyat biasa," kata Menteri Kepala New Delhi Arvind Kejriwal dalam twitternya, seperti dikutip dari India Today.

Harga Tes PCR dan rapid Antigen di Indonesia

Bintara Kesehatan KRI Bima Suci mengecek alat PCR di Kapal KRI Bima Suci di Dermaga Armada II, Surabaya, Jawa Timur, Senin (12/7). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Harga tes PCR di India berbeda jauh dengan di Indonesia, salah satunya Jakarta. Penelusuran harga yang dilakukan kumparan lewat daring di beberapa klinik, rumah sakit, dan lab di Jakarta harga tes PCR sekitar Rp 650 ribu sampai Rp 700 ribu lebih.

Penelusuran harga yang dilakukan kumparan lewat daring, di beberapa klinik, rumah sakit, dan lab di Jakarta harga tes PCR sekitar Rp 650 ribu sampai Rp 700 ribu lebih.

Adapun menurut Kemenkes, harga tes PCR dapat dipatok hingga Rp 900 ribu. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/1/3713/2020 tentang batasan tertinggi untuk pemeriksaan RT-PCR dan swab.

“Batasan tertinggi untuk pemeriksaan RT-PCR termasuk pengambilan swab sebesar Rp. 900.000,” berikut pernyataan surat tersebut.

Kendati demikian, harga ini ditujukan bagi layanan tes PCR mandiri. Batasan ini tidak berlaku bagi kegiatan contact tracing. Begitupun rujukan pasien COVID-19 ke RS yang penyelenggara RT-PCR-nya dibiayai pemerintah, atau merupakan bagian dari pembiayaan pasien corona.

https://www.slideshare.net/CIkumparan/se-tentang-batasan-tarif-tertinggi-pemeriksaan-rt-pcr

Sementara itu, harga tes antigen di Jakarta berkisar di harga Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu. Sedangkan menurut Surat Edaran Kemenkes Nomor HK.02.02/1/4611/2020 batasan tertinggi tes antigen yakni sebagai berikut:

Batasan tarif tertinggi untuk pemeriksaan Rapid Tes Antigen-Swab sebesar Rp.250.000, untuk di Pulau Jawa dan sebesar Rp.275.000 untuk di luar Pulau Jawa