Hari Jamu Nasional, Sido Muncul Ajak Generasi Muda Kenal dan Bangga Minum Jamu
·waktu baca 4 menit

Tanggal 27 Mei setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Jamu Nasional. Peringatan ini bukan hanya mengapresiasi jamu sebagai minuman herbal yang menyehatkan badan, tapi juga menjadi pengingat tradisi pengobatan tradisional yang sudah diwariskan turun-temurun selama ribuan tahun.
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk pun ikut memeriahkan perayaan Hari Jamu Nasional. Kali ini, Direktur PT Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, merayakan momentum spesial ini dengan menjadi salah satu narasumber dalam talkshow “Hari Jamu Nasional: Jamu Menjaga Tradisi, Menyatukan Generasi”, Selasa (27/5), di Gedung Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI), Jakarta Pusat.
Tidak sendiri, Irwan Hidayat juga didampingi oleh Kepala BPOM RI, dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D.; serta aktor, musisi muda sekaligus Brand Ambassador salah satu produk Sido Muncul, El Rumi. Acara ini merupakan puncak dari Pekan Jamu 2025 yang rutin digelar BPOM RI untuk meningkatkan edukasi tentang jamu, terutama di kalangan generasi muda.
Menurut Irwan Hidayat, sebenarnya popularitas jamu mulai dilirik generasi muda. Apalagi kini jamu berinovasi dengan kemasan yang lebih modern serta rasa dan khasiat yang bervariasi. Di sisi lain, masih banyak juga yang meragukan khasiat dan keamanan jamu.
“Indonesia punya bahan-bahan jamu yang bagus seperti kunyit dan temulawak. Bahkan pabrik kami pernah diliput media Jepang dan menyebut kunyit dan temulawak sebagai super food yang banyak diminum oleh masyarakat di sana yang memiliki kebiasaan minum dan merokok. Jadi kita harus percaya kalau bahan-bahan dari negeri kita tidak kalah berkualitas,” tegas Irwan.
Industri jamu pun berperan penting untuk melawan stigma tersebut. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas produk, memastikan proses produksi sesuai dengan standar, dan teruji secara klinis.
“Semakin banyak anak-anak muda menyadari bahwa salah satu cara menjaga kesehatan adalah minum jamu, di samping pola makan yang baik. Jadi untuk menarik gen Z terhadap jamu, yang perlu diperhatikan pertama tentunya adalah bentuk produknya. Buat jamu yang enak dan gampang diminum. Tapi yang terpenting tentu adalah quality. Tiga hal penting yang selalu diterapkan Sido Muncul adalah pertama quality, kedua quality, ketiga juga quality,” sambungnya.
Demi memastikan kualitas dan keamanan, Sido Muncul selalu memastikan setiap produknya telah melewati enam tahapan screening, mulai dari pestisida, pupuk, logam berat, cemaran aflatoxin, bebas DNA babi, dan bebas EG/DEG.
Berkat komitmennya selama bertahun-tahun, Sido Muncul pun berhasil meraih penghargaan sebagai Perusahaan yang Mengangkat Citra Jamu Indonesia di Kancah Internasional melalui Ekspor yang diberikan oleh BPOM RI pada perayaan Hari Jamu Nasional.
Taruna Ikrar selaku Kepala BPOM RI pun mengungkapkan rasa terima kasih atas dedikasi sektor industri seperti Sido Muncul yang berkomitmen penuh meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap jamu. Sebab, popularitas jamu bisa dibilang masih minim, terutama di kalangan muda seperti generasi Z.
Padahal menurut data BPOM RI, Indonesia merupakan rumah untuk lebih dari 30.000 jenis tanaman tradisional yang menjadi bahan dasar jamu. Selain itu, ada 17.264 obat asli dari Indonesia.
“BPOM RI menerapkan tiga pilar penting, yaitu adalah masyarakat, industri, dan pemerintah. Hal ini juga berlaku dalam konteks pengembangan jamu. Bila tiga pilar ini bisa bersinergi, bukan tidak mungkin jamu bisa naik pangkat setingkat obat-obatan karena bisa lolos uji klinis. Industri jamu seperti Sido Muncul juga harus kita gandeng. Industri dapat membantu menyiapkan alat, fasilitas, biaya, hingga ide baru,” jelas Taruna.
Pentingnya Peran Generasi Muda Melestarikan Jamu Indonesia
Irwan mengatakan, anak muda juga berperan penting memajukan industri jamu Indonesia agar tetap lestari. Inilah yang menjadi latar belakang PT Sido Muncul memilih El Rumi sebagai brand ambassador salah satu produknya, Esemag.
“Selain promosi lewat media sosial, kunci agar produk kita dikenal adalah memilih endorser yang cocok. El Rumi kami pilih jadi endorser karena mewakili Gen Z, serta disukai oleh berbagai kalangan juga,” kata Irwan.
Pada kesempatan yang sama, El pun merasa bangga bisa ikut mendukung industri jamu di Indonesia. Lebih dari sekadar obat tradisional, menurutnya, jamu telah menjadi tradisi yang mengakar kuat di dirinya sejak kecil.
“Zaman dari kecil, aku sudah dikenalkan jamu dari mbak jamu gendong. Sekarang sudah banyak jamu yang dikemas modern, jadi kita sebagai anak muda harusnya lebih open minded terhadap jamu. Kita lebih mudah menemukannya di mana-mana,” terang El.
Sebagai pribadi yang aktif, El pun mengaku sangat terbantu dengan produk-produk Sido Muncul yang mudah ditemukan di mana-mana. Termasuk Esemag yang menjadi andalan saat masalah lambung datang.
“Aku kan sempat kuliah di luar negeri, jadi Sido Muncul yang sachetan tuh bisa aku bawa ke mana-mana. Kebetulan aku punya gangguan asam lambung, Esemag bisa jadi “senjata” biar aku tenang kalau makan pedas dan bikin kurang enak di lambung,” tambah El.
Dengan hadirnya inovasi jamu seperti Esemag maupun produk-produk Sido Muncul lainnya, Irwan berharap semakin banyak anak muda yang tidak ragu untuk menerapkan kebiasaan minum jamu demi menjaga kesehatan sekaligus melestarikan tradisi.
