Hari Ke-3 Pencarian 5 Wartawan Hilang, Basarnas Kerahkan Helikopter Dauphin

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Helikopter Dauphin AS365 N3+ (Dok: Zahra/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Helikopter Dauphin AS365 N3+ (Dok: Zahra/kumparan)

Basarnas mengerahkan Helikopter Dauphin AS365 N3+ bernomor registrasi HR-3604 untuk mendukung pencarian rombongan wartawan yang hilang di Perairan Selat Sunda, yang kini memasuki hari ketiga pada Kamis (10/9).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan helikopter tersebut digunakan untuk memperkuat operasi SAR melalui pemantauan dari udara di sekitar Perairan Selat Sunda dan Gunung Anak Krakatau, Banten.

HR-3604 berangkat dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) pukul 12.36 WIB dan dijadwalkan tiba di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pukul 12.52 WIB. Helikopter kemudian menempuh rute JIExpo Kemayoran-Pantai Carita-BPBD Banten-Helipad/JIExpo Kemayoran.

Helikopter tersebut membawa tujuh kru, yakni Letkol Pnb Endrik Setyo Utomo, Kapten Pnb Dimas Aribowo, Serka Deatry Mulianto, Sertu Moch Farhan, Serda Eki P. Ginting, Pratu Ronni Bagus H, dan Prada Brillian Muammar.

Al Amrad, dalam keterangannya, menyatakan Kantor Pencarian dan Pertolongan bersama seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan pencarian.

“Kantor Pencarian dan Pertolongan bersama seluruh unsur SAR Gabungan terus mengoptimalkan berbagai sarana dan metode pencarian guna menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” ujar dia.

Helikopter HR-3604 ini merupakan Dauphin AS365 N3+ medium-intermediate yang memang digunakan untuk misi pencarian, pertolongan, dan evakuasi.

Helikopter jenis ini memiliki jarak tempuh hingga 498 nautical mile atau sekitar 923 kilometer dan waktu tempuh sekitar empat jam. Dauphin juga dilengkapi hoist yang dapat digunakan untuk menarik atau mengevakuasi korban dari laut ke dalam helikopter.

Kemampuan tersebut membuat HR-3604 dapat mendukung pencarian dari udara sekaligus memungkinkan evakuasi korban dari wilayah perairan apabila ditemukan. Basarnas sebelumnya juga pernah menggunakan HR-3604 untuk mengevakuasi korban yang terombang-ambing di laut dengan teknik hoisting.