Hari ke-6 Pencarian 5 Wartawan Hilang: SAR Perluas Area, Temukan Sejumlah Barang

Operasi pencarian lima wartawan dan tiga kru kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau memasuki hari keenam pada Minggu (13/9).
Tim SAR gabungan memperluas area pencarian menjadi enam sektor dengan total luas 6.010 mil laut persegi. Sebanyak 15 kapal dan sekitar 300 personel dikerahkan untuk menyisir perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Dalam pencarian hari keenam, tim kembali menemukan sejumlah barang, di antaranya dua terpal, satu galon, dan sebuah life jacket. Namun, keterkaitan barang-barang tersebut dengan delapan orang yang masih dalam pencarian belum dapat dipastikan.
Sementara itu, sejumlah barang yang ditemukan pada hari kelima, yakni helm merah, jeriken biru, dan dua life jacket oranye, telah dipastikan bukan milik KM Arupadhatu 1.
Area Pencarian Diperluas Jadi 6 Sektor
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan operasi hari keenam melibatkan unsur laut, darat, dan udara. Area pencarian dibagi menjadi enam sektor untuk memperluas penyisiran.
“Memasuki hari keenam operasi SAR, kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya mengoptimalkan pencarian terhadap delapan orang yang masih dalam pencarian. Area pencarian telah dibagi menjadi beberapa sektor dengan dukungan unsur laut, darat, dan udara. Kami akan terus melakukan upaya terbaik dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat,” ujar Al Amrad dalam keterangannya, Minggu (13/6).
Enam sektor pencarian tersebut meliputi Sektor V seluas 840 NM², Sektor W 1.120 NM², Sektor Z 809 NM², Sektor Y 497 NM², Sektor X 681 NM², dan Sektor H seluas 2.063 NM².
Sektor X menjadi salah satu fokus pencarian karena sebelumnya ditemukan sejumlah barang di wilayah tersebut. Delapan kapal dikerahkan untuk menyisir perairan di sebelah selatan Gunung Anak Krakatau, tepatnya di perbatasan Lampung dan Banten.
“Sehingga hari ini kita fokuskan delapan kapal untuk melakukan penyisiran di sektor X, area perairan di sebelah selatan Gunung Anak Krakatau, perbatasan Lampung dan Banten,” ungkap Rizky.
Kasubsie Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto mengatakan temuan pada operasi sebelumnya telah diserahkan kepada kepolisian untuk pemeriksaan dan identifikasi.
“Untuk hasil temuan kemarin yang ditemukan oleh KM SAR Tetuka itu sudah kami serahkan ke pihak kepolisian. Untuk hasil identifikasi, kita sama-sama menunggu,” kata Rizky.
Selain kapal, Basarnas mengerahkan dua drone termal untuk membantu pemantauan dari udara. Kondisi cuaca pada hari keenam diperkirakan berawan dengan angin dari arah timur laut hingga timur berkecepatan 10–20 knot dan tinggi gelombang 0,5–2,5 meter.
Temuan Hari Keenam: Dua Terpal, Galon, dan Life Jacket
Dalam penyisiran pada Minggu (13/9), tim SAR gabungan kembali menemukan sejumlah barang.
Kapal Basarnas RIB 02 Lampung menemukan satu terpal saat melakukan pencarian dari Tanjung Tua, Pulau Sebesi, Gunung Anak Krakatau, hingga Pulau Sanghyang. Di sekitar lokasi yang sama, tim juga menemukan satu galon.
Terpal tersebut ditemukan di titik koordinat 6°2.620' LS dan 105°41.225' BT. Barang-barang itu kemudian dibawa ke Posko Pencarian di Pantai Marina, Carita, Kabupaten Pandeglang.
Sementara itu, satu terpal lainnya berwarna biru dengan sisi oranye ditemukan KRI Gilimanuk. KAL Anyer juga menemukan sebuah life jacket berwarna oranye.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan seluruh barang tersebut akan diserahkan kepada pihak berwenang untuk diperiksa.
“Berkaitan dengan barang-barang yang ditemukan tersebut, barang-barang tersebut akan dikumpulkan dan nantinya diserahkan kepada yang berwenang untuk mengidentifikasi, dalam hal ini rekan-rekan dari kepolisian,” ujar Al Amrad di Posko Pencarian Pantai Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi bahan untuk menentukan apakah barang-barang tersebut berkaitan dengan delapan orang yang masih dalam pencarian.
TNI AL Temukan Life Jacket Bertuliskan KM Samudera Pratama
Pada hari keenam, Lanal Banten juga menemukan sebuah life jacket berwarna oranye saat menyisir perairan sebelah barat Cikoneng sekitar pukul 09.30 WIB.
Life jacket tersebut memiliki tulisan “KM Samudera Pratama” pada bagian belakang yang tampak dibuat menggunakan spidol hitam.
Komandan Lanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani membenarkan adanya temuan tersebut. Namun, ia belum melihat langsung barang tersebut karena kapal yang membawanya masih berada di tengah laut.
“Infonya demikian, tapi saya belum lihat barangnya. Karena kapalnya masih di tengah laut,” ujar Wawan saat ditemui di Posko Pencarian Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Minggu (13/9).
Wawan mengatakan barang tersebut nantinya diserahkan kepada Polri untuk diperiksa dan diidentifikasi.
Dengan demikian, life jacket bertuliskan “KM Samudera Pratama” belum dapat dipastikan memiliki keterkaitan dengan lima wartawan dan tiga kru kapal yang hilang.
Helm, Jeriken, dan Dua Life Jacket Dipastikan Bukan Milik Arupadhatu 1
Sementara itu, Polda Banten telah memastikan sejumlah barang yang ditemukan pada hari kelima bukan milik KM Arupadhatu 1.
Barang tersebut ditemukan KN SAR Tetuka di sekitar perairan sebelah timur Pulau Rakata pada Sabtu (12/9). Temuannya terdiri dari helm plastik merah, jeriken plastik biru, dan dua life jacket berwarna oranye.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan dua life jacket tersebut bertuliskan MILLES.II dan tidak sesuai dengan perlengkapan keselamatan yang tersedia di kapal Arupadhatu 1.
“Setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi dari pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan MILLES.II dinyatakan bukan milik kapal, karena life jacket yang tersedia di kapal berwarna merah, kuning dan ungu serta tidak memiliki tulisan MILLES.II,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (13/9).
Jeriken yang ditemukan juga memiliki karakteristik berbeda dengan jeriken milik kapal. Jeriken temuan berwarna biru tua dengan kapasitas 35 liter, berbentuk panjang, bertutup hitam, serta memiliki tulisan pada bagian jeriken. Sementara jeriken milik Arupadhatu 1 berwarna biru pudar, berkapasitas 30 liter, berbentuk pendek, bertutup putih, dan polos tanpa penanda.
“Terdapat perbedaan fisik antara jeriken temuan dengan jeriken milik kapal. Jeriken milik KM Arupadhatu 1 berwarna biru pudar, berkapasitas 30 liter, berbentuk pendek, memiliki tutup berwarna putih dan polos tanpa penanda. Sedangkan jeriken yang ditemukan berwarna biru tua, berkapasitas 35 liter, berbentuk panjang, memiliki tutup berwarna hitam dan terdapat tulisan pada bagian jeriken,” jelasnya.
Pemeriksaan juga menemukan isi jeriken temuan beraroma seperti minyak sayur, bukan bahan bakar yang digunakan kapal.
Helm plastik merah yang ditemukan juga dipastikan bukan milik KM Arupadhatu 1 karena kapal tersebut tidak memiliki atau menyediakan helm jenis tersebut.
Polda Banten mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait proses pencarian.
Ibu Bagus: Tolong Dicari Anak Saya Satu-satunya
Di tengah pencarian yang belum menemukan titik terang, keluarga korban masih menunggu kabar dari tim SAR.
Tini Supri Harti, ibu kandung wartawan Antara M. Bagus Khoirunnas, datang ke tepi Dermaga Marina Carita, Pandeglang, pada Minggu (13/9). Ia melakukan doa bersama istri Bagus, Desi Purnamasari, dan dua sahabatnya.
Saat berjalan menuju tepi pantai, Tini menyampaikan harapannya agar pencarian terhadap putranya terus dilakukan.
"Tolong dicari sampai ketemu, anak saya satu-satunya. Tolong pak."
Lima jurnalis yang hilang terdiri dari M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Mereka berada bersama tiga orang lainnya, yakni Warta sebagai nakhoda, Sukarman sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto sebagai guide.
Pada hari keenam, Basarnas, Polri, dan TNI Angkatan Laut mengerahkan 15 kapal serta sekitar 300 personel untuk mencari mereka di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Delapan Orang Masih dalam Pencarian
Hingga hari keenam, delapan orang yang berada di dalam speedboat masih berstatus dalam pencarian.
Tim SAR terus mengevaluasi hasil penyisiran dan setiap temuan di lapangan untuk menentukan langkah pencarian berikutnya. Perluasan sektor dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan personel.
“Memasuki hari keenam operasi SAR, kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya mengoptimalkan pencarian terhadap delapan orang yang masih dalam pencarian. Area pencarian telah dibagi menjadi beberapa sektor dengan dukungan unsur laut, darat, dan udara. Kami akan terus melakukan upaya terbaik dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat,” ujar Al Amrad.
