Hari Kedua Kudus #DiRumahAja: Panglima TNI Tegur Bupati, Kades Promosikan Prokes

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Kecamatan Kota Kudus pada Minggu (6/6). Foto: Dok. Ahmad Luthfi Mubarokul Anwar
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Kecamatan Kota Kudus pada Minggu (6/6). Foto: Dok. Ahmad Luthfi Mubarokul Anwar

Kasus corona di Kabupaten Kudus terus mengalami kenaikan. Akibatnya daerah itu harus menerapkan lockdown untuk menekan angka penularan virus corona.

Dikutip dari laman situs corona.jatengprov.go.id, per 6 Juni 2021 pukul 12.00 WIB jumlah kasus aktif corona di Kudus mencapai 1.678 orang. Sementara pasien yang meninggal sebanyak 716 orang.

embed from external kumparan

Kenaikan kasus corona tersebut membuat Bupati Kudus Hartopo mengimbau warganya agar #DiRumahSaja pada 5-6 Juni 2021.

Taman dan Pasar Sepi

Kebijakan itu membuat Kudus sepi dari aktivitas warga. Meski akhir pekan tempat keramaian seperti taman dan pasar sepi dari masyarakat. Salah satunya terjadi di Desa Jekulo, Kecamatan Jekulo, Kudus. Desa ini berjarak sekitar 20-30 menit menggunakan sepeda motor dari pusat Kota Kudus.

"Kalau rumah saya deket Taman Bumi Wangi, pas weekend ramai. Dari kemarin terpantau sepi," ujar Ayun kepada kumparan, Minggu (6/6).

kumparan post embed

Sementara di pasar, menurut Ayun masih ada pedagang yang berjualan namun kondisinya tidak seperti hari biasanya.

"Mbak [kakak Ayun] keluar ke pasar pada Sabtu. Masih ada beberapa penjual. Tidak seramai biasanya," pungkas Ayun.

Kades Imbau Prokes Pake Speaker Keliling Kampung

Kades Golantepos, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Nur Taufik, rela berkeliling desanya untuk mengimbau warganya agar patuh protokol kesehatan. Ia melakukan itu dengan menggunakan pengeras suara yang terpasang di mobil pribadinya.

Aksinya bersama beberapa petugas itu viral di media sosial.

Pemerintah Desa Golantepos, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, keliling menggunakan mobil untuk imbau prokes. Foto: Dok. Nur Taufik

Kepada kumparan, Nur mengatakan ide keliling desa itu merupakan spontan. Ditambah, aksi itu dilakukan karena prihatin dengan kondisi warganya. Saat ini, desanya masuk dalam kategori zona hijau corona.

kumparan post embed

Kapolri Prihatin dengan Kondisi di Kudus

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berkunjung ke Kudus untuk meninjau penanganan corona di wilayah tersebut. Dalam kegiatan itu Sigit mengatakan prihatin dengan peningkatan kasus corona di Kudus.

kumparan post embed

"Hal ini memang menjadi perhatian kami, dengan adanya ketersediaan tempat tidur di 7 rumah sakit di Kudus yang semakin menipis dari 393 tempat tidur isolasi sudah terisi 359 tempat tidur (91%). Sementara ruang ICU dari jumlah 41 tempat tidur sudah terisi 38 tempat tidur (92%)," ujar Sigit.

Panglima TNI Minta Bupati Kudus Tanggung Jawab

Dalam kunjungannya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meminta agar Bupati Kudus Hartopo dan Dinas Kesehatan Kudus fokus dalam menangani kasus corona di daerah tersebut.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto didampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (6/6). Foto: Puspen TNI

"Pak Bupati dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus memiliki tanggung jawab karena saat ini 60 desa yang menjadi zona merah, agar menjadi hijau kembali. Tentunya harus memiliki sistem yang baik,” kata Hadi lewat keterangannya, Minggu (6/6).

Hadi juga mendorong Dandim dan Kapolres Kudus untuk bersinergi dengan Pemda setempat.

kumparan post embed

Caranya bisa dengan menambahkan posko di setiap desa yang diberlakukan PPKM Mikro agar zona merah ditekan jadi zona hijau.

"Setiap desa harus ada satu Posko PPKM Mikro agar zona merah menjadi kuning dan akhirnya menjadi hijau. Tugasnya menegakkan protokol kesehatan, membantu dan mendata pelaksanaan PCR dan segera dilakukan pemisahan untuk isolasi jika sudah terkonfirmasi positif," ujar Hadi.