Hari Peduli Sampah Nasional & Komitmen AQUA Terapkan Konsep Ekonomi Sirkular

24 Februari 2021 8:54
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Galon AQUA. Foto: dok. AQUA
zoom-in-whitePerbesar
Galon AQUA. Foto: dok. AQUA
Setiap tanggal 21 Februari, kita memperingati Hari Peduli Sampah Nasional. Peringatan tersebut merupakan momentum untuk memperkuat peran aktif semua komponen masyarakat dalam menanggulangi permasalahan sampah di Indonesia.
Menurut data National Plastic Action Partnership yang dirilis April 2020, volume sampah plastik tumbuh sebesar 5 persen tiap tahun. Bahkan, jumlahnya mencapai 6,8 juta ton pada tahun 2020. Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Novrizal Tahar juga menjelaskan, diperlukan keterlibatan seluruh pihak dalam pengelolaan sampah, tak hanya pemerintah, masyarakat dan industri juga punya andil besar.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menegaskan komitmennya untuk mencapai visi besar bersama: mengurangi produksi sampah hingga 30 persen dan melakukan penanganan sampah sebesar 70 persen di tahun 2025.
Melihat hal tersebut, AQUA mendukung pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus berkolaborasi dalam mencari solusi bersama dalam penanganan sampah plastik di Indonesia. Salah satunya dengan terus menggaungkan gerakan menggunakan kemasan Galon Guna Ulang yang sudah ada sejak 1983.
Proses isi ulang air kemasan galon AQUA. Foto: dok. AQUA
zoom-in-whitePerbesar
Proses isi ulang air kemasan galon AQUA. Foto: dok. AQUA
Brand Director AQUA, Intan Kartika, menjelaskan, sebagai pelopor industri air mineral kemasan, AQUA secara konsisten mengutamakan kualitas produk tanpa mengesampingkan aspek lingkungan. Untuk itu, AQUA ingin selalu melindungi keluarga Indonesia melalui hidrasi sehat dan melindungi alam dengan semua kemasan yang ramah lingkungan, termasuk penggunaan galon berulang.
"Kemasan galon guna ulang telah digunakan, dicintai, menjadi budaya konsumen selama puluhan tahun serta menjadi bagian dari upaya kami untuk menerapkan konsep tertinggi dalam 3R yaitu reuse (menggunakan kemasan plastik secara berulang) untuk menekan penambahan sampah kemasan plastik," kata Intan.
Sementara itu, Sustainable Development Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, mengatakan, AQUA merupakan brand air kemasan pertama yang berkomitmen menerapkan konsep ekonomi sirkular sebagai solusi atas masalah sampah kemasan plastik di Indonesia.
"Melalui komitmen #BijakBerplastik kami berambisi untuk mengumpulkan lebih banyak sampah kemasan plastik daripada yang kami gunakan, menggunakan 100 persen kemasan yang dapat didaur ulang, dapat digunakan kembali ataupun dapat terurai, serta meningkatkan proporsi konten daur ulang dalam botol kami menjadi 50 persen pada tahun 2025," jelas Karyanto.

AQUA dan konsep ekonomi sirkular

AQUA melakukan inovasi kemasan dan konsep galon guna ulang untuk mengurangi timbulan kemasan pascakonsumsi. Foto: dok. AQUA
zoom-in-whitePerbesar
AQUA melakukan inovasi kemasan dan konsep galon guna ulang untuk mengurangi timbulan kemasan pascakonsumsi. Foto: dok. AQUA
Ekonomi sirkular merupakan sebuah konsep untuk memaksimalkan penggunaan suatu sumber daya, kemudian memulihkan dan meregenerasi produk dan bahan pada setiap akhir umur layanan sumber daya tersebut.
Konsep yang bertujuan untuk mendefinisikan kembali pertumbuhan dengan memberikan manfaat positif ke masyarakat luas ini perlu dilakukan secara bertahap. Mulai dari memisahkan kegiatan ekonomi dari konsumsi sumber daya yang terbatas hingga merancang limbah dari sistem yang didukung oleh transisi ke sumber energi terbarukan.
Untuk mencapai visi ekonomi sirkular tersebut, AQUA tidak hanya mengedepankan konsep daur ulang, tetapi juga inovasi kemasan dan konsep guna ulang untuk mengurangi timbunan kemasan pascakonsumsi.
“Ekonomi sirkular adalah sebuah sistem ramah lingkungan yang mempertahankan nilai material agar dapat digunakan berulang-ulang. Untuk itu kami akan terus mengembangkan dan mempertahankan model kemasan galon guna ulang sebagai bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan hidrasi yang sehat bagi keluarga di Indonesia sekaligus menjaga kelestarian alam. Penggunaan galon guna ulang dapat mengurangi lebih dari 95 persen pemakaian bahan baku plastik, sehingga menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan dan menekan secara signifikan timbunan sampah plastik pascakonsumsi” tambah Karyanto.
AQUA juga menyeleksi setiap galon yang kembali ke pabrik agar kualitasnya tetap terjaga. Foto: AQUA
zoom-in-whitePerbesar
AQUA juga menyeleksi setiap galon yang kembali ke pabrik agar kualitasnya tetap terjaga. Foto: AQUA
Berdasarkan data Aliansi Zero Waste Indonesia, saat ini terdapat sekitar 50 juta kemasan galon guna ulang yang beredar di pasaran, yang rata-rata dapat diisi ulang kembali melalui pabrik sebanyak lebih dari 25 kali. Kondisi ini dianggap sangat positif dalam menekan penggunaan plastik jika dibandingkan dengan tidak adanya model guna ulang dan seluruhnya diganti dengan kemasan sekali pakai.
Selain memaksimalkan konsep guna ulang, Danone-AQUA juga telah memelopori program daur ulang pertama yang disebut "AQUA Peduli" sejak tahun 1993 sebagai langkah awal menuju model pengemasan yang lebih sirkular. Hingga saat ini, Danone-AQUA telah berhasil mengumpulkan lebih dari 12.000 ton plastik setiap tahunnya melalui 6 Recycling Business Unit di berbagai lokasi di Indonesia.
Lebih lanjut, Danone-AQUA juga terus berinovasi melalui berbagai produk yang diluncurkan. Di antaranya AQUA Life yang merupakan botol air pertama di Indonesia dari 100 persen plastik daur ulang dan dapat di daur ulang, juga produk terbaru Danone-AQUA yang menggunakan kemasan 600 ml yang juga 100 persen terbuat dari plastik daur ulang, serta kemasan botol kaca guna ulang yang saat ini tersedia di Bali.
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan AQUA
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·