Hari Pertama PPDB SMA/SMK di Jateng, Sejumlah Orang Tua Rela Begadang

Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK di Jawa Tengah dimulai Senin (1/7). Di Semarang misalnya, banyak orang tua dan anaknya yang rela begadang agar bisa cepat mendaftar ke sekolah yang diinginkan.
Pantauan kumparan, para orang tua memadati Wi-FI corner yang ada di Kantor Telkomsel, Jalan Pahlawan, Semarang, sejak Senin (1/7) dini hari. Bahkan, ada yang sengaja menunggu sejak Minggu (20/6) pukul 22.00 WIB.
"Tadi dari rumah sekitar jam 21.00 WIB, mutar-mutar cari tempat yang ada internet cepat, akhirnya ke sini," kata Yuni(49), salah satu orang tua yang mendaftarkan anaknya.
Warga Plamongan Indah itu sengaja menunggu lebih awal. Tujuannya, agar putranya bisa bersekolah di SMAN 2 Semarang, yang berada di Kecamatan Pedurungan.
"Pilihan lainnya tadi SMAN 11 dan SMAN 15 Semarang. Berdoanya bisa di SMAN 2 karena lebih dekat. Meskipun saingannya banyak, yang penting sudah usaha," kata Yuni.
Meski Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng telah menetapkan jadwal pendaftaran mulai tanggal 1-5 Juli mendatang, Yuni tetap harus mendaftar lebih cepat.
"Dengar-dengar (informasi) harus cepat-cepetan. Selain itu, saya juga ingin anak saya bisa sekolah negeri," ucap Yuni yang terlihat kelelahan.
Terpisah, adapula warga Kejambon, Kota Tegal yang mendaftar di Semarang yaitu Pragita (21). Dia membantu keponakannya, Astri yang ingin mendaftar di SMAN 1 Tegal.
Perjalanan dari Yogyakarta menuju Tegal yang membuatnya sengaja singgah di Semarang untuk beristirahat sekaligus mendaftar yang memang dilakukan secara online melalui situs jateng.siap-ppdb.com.
"Tadi jam 23.30 WIB masuk Semarang, langsung ke sini. Rencananya tadi mau di Pekalongan, ternyata waktunya enggak sampai," kata Gita ditemui usai menyelesaikan pendaftaran.
SMAN 1 Tegal menjadi salah satu sekolah favorit di Kota Bahari. Hal itu yang menjadi alasan Astri dan Pragita melakukan pendaftaran pada dini hari. Dia memanfaatkan jalur zonasi karena jarak rumahnya kurang dari 2 kilometer.
"Karena cepet-cepetan, kan lolosnya (ditetapkan) berdasarkan zonasi, waktu login, baru nilai," kata Pragita.
Pragita cukup kebingungan karena saat mendaftar, dalam indikator terdapat kolom jarak dan menunjukkan sejumlah pendaftar yang jarak dari sekolah 0,00 kilometer.
Akibatnya, namanya pun terus bergeser dari semula urutan 6 saat mendaftar pukul 00.04, menjadi urutan 60 pada pukul 01.53 wib lantaran di atasnya masuk pendaftar dengan jarak lebih dekat meski dengan waktu yang sama.
"Nanti akan kontrol terus di HP. Opsi lainnya kalau enggak diterima di Smansa (sebutan populer SMAN 1 Tegal) ya SMAN 4 Semarang yang jaraknya 3 kilometer dari rumah," ucapnya.
Baik Gita maupun Yuni, tak mengalami kesulitan saat melakukan pendaftaran. Hanya saja, di awal login sempat mengalami kesulitan akses.
"Ya mungkin karena serentak dan pada cepet-cepetan juga jadi server penuh," kata Gita.
Selain di Wi-FI corner yang disediakan oleh PT Telkom, sejumlah warnet dan rental komputer juga dipadati oleh orang tua dan calon siswa. Kebanyakan beralasan ingin cepat daftar agar bisa diterima di sekolah terdekat dengan rumahnya.
