Hari Pertama PSBB Bodebek, Penumpang KRL Saling Dorong di Stasiun Citayam

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten/Kota Bogor, Kota Depok, dan Kabupaten/Kota Bekasi (Bodebek) resmi berlaku Rabu (15/4). PSBB ini bertujuan untuk mengurangi mobilitas masyarakat, sehingga penyebaran virus corona dapat ditekan.
Sayangnya di hari pertama PSBB Bodebek, sejumlah stasiun keberangkatan KRL masih dipadati penumpang menjelang jam berangkat kantor. Antrean penumpang mengular di pintu masuk peron.
Seperti yang terjadi di Stasiun Citayam, Depok, Jawa Barat. Seorang penumpang bernama Maretha Chelina mengeluhkan antrean masih saja terjadi meski PSBB mulai berlaku.
"Aku tadi sampai di stasiun sekitar pukul 05.33 WIB, kondisinya kayak yang di foto yang aku upload. Antrian hampir 3/4 stasiun dan kondisinya ya mepet-mepet. Petugasnya sih ada bilang jaga jarak, tapi ya gimana mau jaga jarak," ungkap Maretha kepada kumparan.
Maretha menyebut sistem antrean ini tak terlalu efektif, terlebih penumpang sempat saling dorong saat akan memasuki peron dan naik ke KRL.
"Tadi petugasnya melihat beberapa kereta udah lewat jalan, terus orang-orang diperbolehkan untuk masuk, tapi enggak kefilter juga yang masuk berapa. Itu pun ricuh sih jadi pada dorong-dorongan dan lari-lari, dan poinnya adalah jadinya enggak ada pemeriksaan suhu," terangnya,
Situasi kondusif baru terjadi saat di dalam KRL. Penumpang yang sudah naik ke KRL pun baru bisa menerapkan physical distancing.
Mayoritas penumpang KRL memiliki tujuan berangkat kerja ke wilayah Jakarta karena sebagian kantor belum menerapkan kebijakan work from home atau WFH secara penuh.
Sebenarnya antrean penumpang ini sudah terjadi beberapa hari belakangan, setelah PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) membatasi jumlah penumpang yang naik KRL sebanyak 60 per gerbong dan mengurangi jadwal perjalanan. Upaya ini menyesuaikan penerapan PSBB di Jakarta.
Sayangnya, upaya ini malah membuat penumpang menumpuk saat menaiki KRL dan penerapan jaga jarak atau physical distancing pun tak efektif.
Untuk menyukseskan PSBB Bodebek selama 14 hari ke depan, lima kepala daerah sepakat mengusulkan agar operasional KRL lebih baik dihentikan sementara. Usulan ini pun sudah disampaikan ke pihak PT KCI dan PT KAI, meski usulan itu belum menunjukkan tanda-tanda akan disetujui.
Saat ini, kelima kepala daerah Bodebek tengah berupaya menyusun surat untuk Kemenhub agar menghentikan sementara operasional KRL selama PSBB. Hal ini dipastikan langsung Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim.
Dedie menargetkan surat dapat diserahkan ke Kemenhub hari ini atau Kamis (16/4) besok, setelah diteken kelima kepala daerah.
"Insyaallah besok (hari ini) kalau sudah lengkap ditandatangani oleh 5 kepala daerah, kita akan sampaikan sebagai upaya serius dari para kepala daerah di wilayah Bodebek yang menginginkan adanya efektivitas daripada pelaksanaan PSBB, apabila mulai diterapkan Rabu sampai 14 hari ke depan," jelasnya kepada kumparan, Selasa (14/4) malam.
----------------------------------------
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
