Harmoni Masjid Chulia dan Kuil Sri Mariamman, Simbol Keragaman di Singapura
ยทwaktu baca 2 menit

Suara orang mengaji menyambut langkah kaki. Gemercik air yang keluar dari keran menambah suasana yang teduh.
Dibasuh lah wajah, tangan, hingga kaki itu. Senyumnya ramah, mempersilakan kami untuk masuk.
Selasa (24/6) malam itu, waktu Singapura, suasana di Masjid Jamae Singapura atau Masjid Chulia tak begitu ramai.
Selepas Isya, umat muslim di sini pergi meninggalkan masjid yang terletak di Kawasan South Bridge Road di distrik Chinatown di Central Area. Hanya tersisa beberapa jemaah saja; memilih melaksanakan salat sunah dan mengaji.
Masjid ini berdiri kokoh di antara bangunan arsitektur yang kental bernuansa Tionghoa. Di dekat Masjid Jamae Singapura ada Kawasan China Town yang kerap jadi destinasi wajib wisatawan dalam maupun luar negeri.
Masjid Jamae Chulia dibangun pada 1826. Masjid ini didirikan kaum Chulia, muslim Tamil dari Coromandel Coast di India Selatan. Itu sebabnya Masjid itu juga dikenal dengan nama Masjid Chulia atau Chulia Mosque.
Namun, suara azan yang dikumandangan tak begitu terdengar jelas apabila di luar. Sebab, pengeras suara yang biasa digunakan hanya di arahkan di sekitar area dalam masjid.
Masjid Jamae Chulia ditetapkan sebagai monumen nasional pada 1974 oleh pemerintah Singapura. Masjid ini juga menyiapkan pemandu yang bisa memberi informasi soal masjid ini.
Simbol Keragaman di Singapura
Masjid Jamae Chulia menjadi salah satu simbol keragaman di negara yang dijuluki 'Negeri Singa' ini. Tak cuma letaknya yang berdiri di antara Kawasan China Town, tetapi toleransi sesama masyarakatnya.
Tak cuma Masjid Jamae Chulia, di Kawasan itu juga berdiri Kuil Sri Mariamman. Lokasinya berdekatan, hanya dibatasi beberapa bangunan pertokoan saja.
Kuil Sri Mariamman juga bagian dari simbol keragaman di Singapura. Kuil Hindu ini menjadi yang tertua di Singapura.
Kuil ini didirikan pada tahun 1827 oleh Naraina Pillai. Kuil Sri Mariamman awalnya dibangun dari kayu, namun pada tahun 1843 direnovasi dengan batu bata.
Dikutip dari berbagai sumber Kuil ini didedikasikan untuk Dewi Mariamman, yang diyakini memiliki kekuatan untuk menyembuhkan penyakit epidemik. Kuil ini ditetapkan sebagai monumen nasional pada tahun 1973.
