Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Haru Napi Dijenguk Keluarga saat Idul Fitri: Doakan Saya Kembali ke Jalan Benar
4 April 2025 10:38 WIB
·
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
Suasana haru menyelimuti Lapas Kelas IIA Banyuwangi saat momen Idul Fitri 1446 H. Ratusan warga binaan memanfaatkan layanan kunjungan khusus Lebaran untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat.
ADVERTISEMENT
Momen ini menjadi ajang melepas rindu, saling bermaaf-maafan, dan mempererat tali silaturahmi.
Di bawah tenda gazebo dan Aula Sahardjo Lapas Banyuwangi, pemandangan mengharukan terlihat. Para warga binaan satu per satu bersimpuh di hadapan orang tua, istri, atau anak mereka. Sungkem dan air mata tak terbendung, mengiringi ucapan maaf dan doa di hari yang fitri.
Budianto, salah seorang warga binaan, tak kuasa menahan haru saat bertemu keluarganya. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan permohonan maaf dan harapan agar segera kembali ke jalan yang benar.
"Momen ini sangat berharga bagi saya. Saya meminta maaf kepada keluarga. Doakan saya agar bisa cepat bebas dan kembali ke jalan yang benar," kata Budianto, Kamis (3/4).
Kesedihan mendalam juga dirasakan Misnati, seorang ibu yang mengunjungi anaknya di Lapas Banyuwangi. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan perasaannya.
ADVERTISEMENT
"Sedih melihat dia di sini, tapi saya juga bahagia bisa bertemu. Kami saling memaafkan, dan saya berharap dia bisa belajar dari kesalahannya," tuturnya.
Kalapas Banyuwangi, Mochamad Mukaffi, menjelaskan layanan kunjungan tatap muka ini dibuka selama empat hari berturut-turut, dengan dua sesi setiap harinya. Hal ini dilakukan agar semua keluarga dapat bertemu dengan lancar.
"Ini bagian dari upaya kami untuk memulihkan hubungan sosial warga binaan dengan keluarga mereka," jelasnya.
Mukaffi menyampaikan, jumlah pengunjung pada hari terakhir kunjungan mengalami peningkatan. Ia menduga, banyak keluarga yang baru bisa meluangkan waktu setelah menyelesaikan berbagai agenda di rumah masing-masing.
"Semoga momen kebersamaan warga binaan dan keluarga menjadi penyemangat baru bagi warga binaan untuk memperbaiki diri," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Mukaffi mengajak seluruh keluarga warga binaan untuk mendukung program Lapas Banyuwangi dengan menghindari segala bentuk tindakan yang melanggar aturan, termasuk memberikan imbalan kepada petugas. Ia menyebut seluruh layanan di Lapas Banyuwangi diberikan secara gratis.
"Kami ingin menegaskan bahwa seluruh layanan di Lapas Banyuwangi diberikan secara gratis, tanpa ada biaya yang harus dikeluarkan oleh warga binaan maupun keluarganya," tegas Mukaffi.
"Jika ada petugas yang meminta biaya untuk layanan tertentu, itu tidak sesuai dengan kebijakan kami. Kami meminta kerja sama semua pihak untuk segera melapor jika ada petugas yang meminta biaya. Ini penting demi menjaga kredibilitas Lapas sebagai institusi yang melayani masyarakat,” tambahnya.
Komitmen ini sejalan dengan moto Dirjen Pemasyarakatan, yaitu "Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat". Dengan sinergi antara petugas, warga binaan, dan keluarga, diharapkan Lapas Banyuwangi dapat menjadi lembaga pemasyarakatan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
ADVERTISEMENT
"Mari bersama-sama wujudkan Lapas Banyuwangi yang bebas dari pungli. Kami ingin warga binaan dan keluarganya merasa aman dan nyaman tanpa khawatir ada praktik tidak benar," tutup Mukaffi.