kumparan
15 Oktober 2018 14:13

Haru Orang Tua Lihat Sambutan Warga Aceh untuk Miftahul Jannah

Miftah, Aceh
Miftah disambut saat kepulangannya ke Aceh. (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)
Salimin tak kuasa menahan air mata melihat buah hatinya, Miftahul Jannah, tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar. Atlet judo Asian Para Games itu disambut begitu meriah.
ADVERTISEMENT
Setiba di ruang VVIP Bandara, Salimin hanya terduduk diam. Sesekali ia mengusapkan air mata ketika menatap anak perempuan yang biasa disapa Miftah itu.
Sehari sebelum bertanding, Salimin telah tiba di Jakarta untuk mendampingi sang anak. Ia mengaku bangga ketika melihat Miftah teguh dengan prinsip sehingga memilih tak bertanding dibanding melepas jilbabnya.
“Ya saya sempat lihat dia di lapangan. Saya terima dan mengikuti apa kemauan dia,” kata Salimin, pada kumparan di lokasi, Senin (15/10).
Miftah, Aceh
Miftah pulang ke Aceh. (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)
Kata dia, Miftah merupakan anak yang baik dan pintar. Ia berprestasi sejak kecil. Namun hobinya di cabang olahraga judo baru diketahui saat Miftah menempuh pendidikan di Bandung.
Miftah saat ini duduk dibangku kuliah jurusan Sastra Bahasa Indonesia, Universitas Pasundan Bandung. Sebagai orang tua Miftah, Salimin dan Darwiyah mendukung penuh keinginan dan cita-cita anaknya di dunia pendidikan dan olahraga.
ADVERTISEMENT
“Dia memang aktif. Kami orang tua tetap mendukung asal itu terbaik bagi dia. Pesan kami hanya satu, apa pun yang dilakukan tetap harus bisa menjaga dirinnya dengan baik,” ucap sang ayah.
Miftah, Aceh
Miftah disambut saat kepulangannya ke Aceh. (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)
Tak hanya di bidang olahraga, anak pertama dari empat bersaudara ini juga dikenal aktif di kampus. Sahabat Miftah di kampus, Melinda, yang ikut mendampingi kepulangannya ke Aceh, mengatakan di lingkungan kampus Miftah adalah anak yang aktif sama seperti mahasiswa normal lainnya.
Di Unpas, Miftah ikut bergabung dalam komunitas Koordinator Olahraga Mahasiswa. Sejak dari sana, ia aktif berlatih judo hingga masuk seleksi dan ikut pelatnas selama 10 bulan. “Selama latihan itu saya selalu mendampinginya,” sebut Melinda yang juga kakak kelas Miftah tersebut.
ADVERTISEMENT
Tah hanya menguasai satu cabang olahraga, Miftah juga bisa bermain catur. Atas prestasinya itu, kampus juga memberikan dukungan yang sangat baik. Miftah diberikan kelonggaran dan izin selama masuk platnas.
“Biasanya kalau mahasiswa lain itu ketika ada kegiatan pasti harus mengurus izin, tetapi Miftah tidak, ia memang mendapatkan izin langsung dari kampus,” pungkasnya.
Miftah, Aceh
Keluarga menyambut kepulangan Miftah ke Aceh. (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)
Tak hanya sang ayah, ibunda dan adik Miftah juga ikut kembali ke Aceh setelah sempat menemani Miftah di Jakarta.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan