Haru Warga di Tapsel Bisa Video Call Keluarga Dibantu Internet Relawan Masjid

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Momen haru saat warga di Rianiate, Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut bisa video call dengan keluarganya dibantu internet dari relawan masjid. Foto: Masjid Nurul Ashri Sleman
zoom-in-whitePerbesar
Momen haru saat warga di Rianiate, Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut bisa video call dengan keluarganya dibantu internet dari relawan masjid. Foto: Masjid Nurul Ashri Sleman

Momen haru tergambar saat warga di Rianiate, Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut, bisa melakukan video call dengan keluarganya di luar pulau.

Mereka berhasil mengabarkan kondisi terkini ke sanak saudara yang berada di luar wilayah bencana. Selama diterjang bencana banjir dan longsor, akses internet dan listrik di sana terputus. Berhari-hari mereka tak bisa komunikasi dengan dunia luar.

Akhirnya koneksi internet terbuka setelah ada bantuan Starlink dari relawan Masjid Nurul Ashri yang selama beberapa hari ini bertugas di Tapanuli Selatan.

Batang kayu dan tali jadi jembatan darurat menuju Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut. Foto: Sunyoto Masjid Nurul Ashri Sleman

Senyum merekah dari wajah para warga ketika gawainya berhasil menampilkan wajah sanak keluarga yang selama ini menantikan kabar mereka.

"Kami ada informasi dari teman-teman lokal di sini bahwa masih ada yang belum masuk bantuan dan tertutup aksesnya," kata relawan Masjid Nurul Ashri Sleman, Sunyoto, saat dihubungi jurnalis, Rabu (3/12).

Pada Selasa kemarin, relawan masjid masuk ke sana. Relawan kemudian menghidupkan genset dengan berbagai upaya. Termasuk menggunakan mobil sebagai sumber listrik.

Foto udara permukiman warga terdampak banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). Foto: Yudi Manar/Antara Foto

"Kami berinisiatif memberikan jaringan mandiri ke masyarakat terdampak untuk mereka sejenak bisa memberikan kabar ke keluarga ataupun saudara mereka di jauh," kata Sunyoto.

Masyarakat tampak senang dengan akses internet walaupun masih terbatas.

"Meski waktunya terbatas mereka gembira, keluarga yang di jauh sudah merasakan leganya dapat kabar mereka baik-baik saja," kata Sunyoto.