Harum Bunga di Pusara Bayi Debora

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

video youtube embed

Kisah sedih orangtua yang ditinggal pergi anaknya untuk selama-lamanya memang memilukan. Apalagi bila kepergiannya disebabkan oleh hal-hal yang seharusnya bisa dicegah. Henny Silalahi merasakan kesedihan yang mendalam ketika ditinggal pergi oleh anaknya untuk yang kedua kalinya.

Kepergian anak bungsunya pada pada 3 September lalu mungkin bisa dicegah jikalau ia mampu menebus biaya administrasi yang dibebankan dari pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga yakni Rp 19.800.000. Akan tetapi karena ia hanya mampu memberikan uang Rp 5.000.000, maka anaknya tidak bisa mendapat perawatan di ruang PICU dan hanya dirawat di ruang IGD rumah sakit.

Padahal saat itu ia sudah berusaha segala macam cara agar anaknya bisa diambil tindakan cepat agar nyawanya bisa terselamatkan. Namun, rumah sakit tidak mau tahu. Ia dan suaminya harus melunasi uang muka yang merupakan satu-satunya kunci untuk menyelamatkan anaknya.

Mereka sudah mengiba dan memohon kepada pihak rumah sakit supaya menolong anaknya terlebih dahulu, karena itu urusannya dengan nyawa yang lebih berharga daripada harta.

BPJS telah diserahkan, namun ditolak oleh pihak rumah sakit dengan dalih belum bekerjasama dengan BPJS. Mereka sudah berusaha mencari rumah sakit lain yang mau merawat anak mereka di ruang PICU.

Dalam pencarian itu, Tuhan berkata lain. Anak perempuan mereka menghembuskan nafas terakhir di ruang IGD sebelum sempat mendapat perawatan intensif di ruang PICU 3 Septemeber 2017. Mereka berdua nangis sesenggukan dan merelakan anaknya pergi untuk selama-lamanya.

Kepergian anaknya ini bukan yang pertama kali bagi keluarga tersebut. Sebelumya pada 30 Agustus 2015, Karunia Ulina Simanjorang yang masih balita juga meninggal dunia.

kumparan.com mencoba mendatangi lokasi pemakaman bayi Debora di TPU Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Setelah bertanya dengan pihak pemakaman, kumparan diberitahu letak makam tersebut.

Makam Bayi Debora di TPU Tegal Alur (Foto: Aria Pradana/kumparan)

Jarak lokasi pemakaman dengan kantor pemakaman hanya 300 meter, sehingga masih terlihat jelas tanda salib yang berada di lokasi pemakaman.

"Itu Mas, yang masih ada tanda salibnya. Makam tersebut ditindih oleh makam Debora," kata petugas makam sambil menunjuk makam tersebut, Sabtu (9/9).

Di makam tersebut, masih ada bunga tabur yang masih baru, dan beraroma. Pada nisan tersebut, tertulis nama Karunia Ulina Simanjorang, kakak Debora yang lebih dulu meninggal. Ada juga salib di makam tersebut, tertulis "Tubu 23-4-2017" dan "Monoing 3-09-2017."

Petugas memberitahu bahwa nama yang ada di lokasi tersebut ialah anak dari pasangan keluarga Rudianto Simanjorang dan Henny Silalahi yang juga orang tua dari Tiara Debora Simanjorang.

"Nisan terbarunya belum dibuat," kata petugas makam itu.

Makam Bayi Debora di TPU Tegal Alur (Foto: Aria Pradana/kumparan)