Hasan Bitmez Serangan Jantung saat Kritik Erdogan soal Israel, Kini Meninggal

15 Desember 2023 0:38 WIB
·
waktu baca 2 menit
Anggota Parlemen Turki Hasan Bitmez Foto: Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Parlemen Turki Hasan Bitmez Foto: Reuters
ADVERTISEMENT
Seorang anggota parlemen oposisi Turki meninggal dunia pada hari Kamis, (14/12). Atau dua hari setelah menderita serangan jantung dan pingsan di depan parlemen ketika ia menyelesaikan pidatonya yang mengkritik kebijakan pemerintah terhadap Israel.
ADVERTISEMENT
"Hasan Bitmez, 54, anggota parlemen dari Partai oposisi Felicity (Saadet), meninggal di Rumah Sakit Kota Ankara," kata Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan kepada wartawan dalam sambutannya di televisi, dikutip dari Reuters, Jumat (15/12).
Lulusan Universitas Al Azhar Kairo, Bitmez adalah ketua Pusat Penelitian Persatuan Islam dan sebelumnya bekerja untuk organisasi non-pemerintah Islam, menurut biografi parlemennya.
Dia sudah menikah dan ayah dari satu anak.
Siaran resmi Parlemen menunjukkan Bitmez terjatuh ke lantai setelah berdiri di podium sebelum sidang umum pada hari Selasa.
Dia mengkritik Partai AK (AKP) yang dipimpin oleh Presiden Tayyip Erdogan atas perdagangan Turki dengan Israel yang terus berlanjut meskipun ada perang di Gaza. Dan meskipun ada kritik retorika tajam pemerintah terhadap pemboman militer Israel.
ADVERTISEMENT
Anda mengizinkan kapal pergi ke Israel dan tanpa malu-malu Anda menyebutnya perdagangan... Anda adalah kaki tangan Israel,” kata Bitmez dalam pidatonya setelah memasang spanduk di podium bertuliskan: “Pembunuh Israel; kolaborator AKP".
“Anda bertanggung jawab atas darah rakyat Palestina, Anda adalah kolaborator. Anda berkontribusi pada setiap bom yang dijatuhkan Israel di Gaza,” katanya kepada anggota parlemen saat perdebatan mengenai anggaran kementerian luar negeri tahun 2024.
Setelah menyelesaikan pidatonya, Bitmez tiba-tiba terjatuh ke belakang. Anggota parlemen lainnya bergegas dari tempat duduk mereka untuk membantu.
Koca kemudian mengatakan bahwa hasil angiografi menunjukkan bahwa dua pembuluh darah utama di jantungnya tersumbat sepenuhnya.
“Jantungnya berhenti berdetak, kemudian dia diresusitasi di parlemen dan dipindahkan dalam waktu 20 menit ke rumah sakit," kata Koca.
ADVERTISEMENT