Hashim Bicara Indonesia Raya Tiga Stanza: Saatnya Wujudkan Indonesia Bahagia
·waktu baca 2 menit

Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengingatkan sudah saatnya Indonesia mencapai kesejahteraan. Bahkan, kata Hashim, langkah Indonesia selanjutnya sudah ada dalam lagu Indonesia Raya tiga stanza.
pentingnya mewujudkan ‘Indonesia Bahagia’ yang merupakan makna dalam stanza kedua lagu Indonesia Raya sebagai visi nasional setelah kemerdekaan.
Hashim mengatakan dirinya kerap memperhatikan makna tiga stanza dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ia menyebut stanza pertama, yang selalu dinyanyikan, menggambarkan fase Indonesia merdeka dan telah dicapai sejak puluhan tahun lalu.
“Indonesia sudah merdeka. Indonesia proklamasi merdeka, 80 tahun,” kata Hashim saat peringatan Hari Disabilitas Internasional yang digelar Gerindra, di Hotel Bidakara, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (8/12).
“Sekarang kita harus mewujudkan stanza kedua Indonesia Raya. Yaitu apa stanza kedua? Stanza kedua, ‘Indonesia Bahagia’. Indonesia harus bahagia. Indonesia sudah merdeka. Sekarang saat ini Indonesia harus bahagia,” kata Hashim.
Hashim menegaskan, langkah menuju Indonesia Bahagia kini dijalankan Presiden Prabowo Subianto melalui para menteri Kabinet Merah Putih. Ini juga jadi tantangan besar pemerintah ke depan.
“Dan maka itu, tujuan, cita-cita dan tekad Pak Prabowo Subianto dari Kabinet Merah Putih, untuk mewujudkan Indonesia Bahagia. Karena kita rasakan sebagian dari bangsa Indonesia belum berbahagia,” ujar Hashim.
Setelah itu, Hashim juga menyinggung soal stanza ketiga Indonesia Raya sebagai tujuan jangka panjang bangsa. Ini jadi hal penting untuk Indonesia ke depan.
“Nanti stanza ketiga. Stanza ketiga itu apa? ‘Indonesia Abadi’. Indonesia abadi,” katanya.
“Karena para pendiri bangsa kita sudah mengetahui dan sudah melihat, kalau Indonesia tidak bahagia, belum tentu Indonesia abadi,” ujar Hashim.
Ia juga mengingatkan sejarah dunia menunjukkan banyak bangsa bubar akibat ketidakstabilan internal.
“Karena sudah kita lihat sejarah umat manusia, adalah ada banyak bangsa-bangsa tidak abadi, bangsa-bangsa disintegrasi, bangsa-bangsa banyak yang bubar,” kata Hashim.
“Dan Indonesia tetap akan abadi karena rakyat kita nanti akan bahagia. Itu adalah cita-cita kita semua. InsyaAllah,” tandas dia.
