Hasil Autopsi Dokter PPDS Tewas di Siak: Luka di Tangan, Kepala Memar

Polisi mengungkap hasil autopsi sementara jasad dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Riau (Unri), dr. Alex Cristo Loris, yang ditemukan tewas di area semak belukar di samping pagar luar RSUD Tengku Rafian, Siak, Riau.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Riau, AKBP Rudi A Samosir, mengatakan pada jasad korban ditemukan adanya luka memar di kepala. Selain itu, ada juga pembengkakan di bagian tangan korban.
"Ditemukan luka berbentuk titik disertai pembengkakan pada punggung tangan kiri. Selain itu, terdapat memar pada kepala yang diakibatkan oleh kekerasan tumpul," kata Rudi, Rabu (15/7/2026).
Dari hasil pemeriksaan, jenazah korban telah memasuki fase pembusukan awal saat ditemukan.
Tim forensik juga menemukan luka pada bagian leher, dada, perut, punggung, dan kedua lengan. Namun, berdasarkan pola dan karakteristiknya, luka-luka tersebut dipastikan merupakan luka pascakematian (post mortem) yang diduga disebabkan oleh gigitan serangga setelah korban meninggal dunia.
Selain pemeriksaan luka luar, autopsi juga menemukan adanya pelebaran pembuluh darah dan pembendungan (kongesti) pada sejumlah organ dalam korban.
Meski sejumlah temuan telah diperoleh, tim dokter forensik belum dapat menyimpulkan penyebab kematian Alex. Saat ini, pemeriksaan histopatologi forensik dan toksikologi masih berlangsung terhadap sampel urine, darah, serta sebagian organ dalam yang diambil saat autopsi.
"Hasil pemeriksaan sementara belum dapat menentukan sebab kematian. Perkiraan waktu kematian korban sekitar 12 hingga 24 jam sebelum pemeriksaan dilakukan," ujar Rudi.
Polda Riau menyatakan penyelidikan masih terus berlangsung. Polisi menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik sebagai dasar untuk memastikan penyebab kematian dokter anestesi tersebut sekaligus menentukan ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam kasus ini.
Awal Mula Kasus
Sebelumnya, korban ditemukan meninggal dunia di area semak belukar yang berada di samping pagar luar RSUD Tengku Rafian Siak pada Selasa (14/7) sekitar pukul 11.30 WIB.
Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Dr. Raja Kosmos, mengatakan korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Senin (13/7) sore. Istri korban yang juga seorang dokter sempat berupaya menghubungi telepon genggam korban, namun nomor tersebut sudah tidak dapat dihubungi.
Pencarian kemudian dilakukan dengan menelusuri rekaman CCTV rumah sakit. Rekaman memperlihatkan korban berjalan seorang diri keluar dari kawasan rumah sakit melalui Pos Security II menuju Jalan Raja Kecik.
Berbekal petunjuk tersebut, petugas keamanan menyisir area sekitar rumah sakit hingga akhirnya menemukan korban dalam kondisi telentang dan telah meninggal dunia di semak belukar, sekitar lima meter dari pagar pembatas rumah sakit.
Polisi yang datang ke lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti. Di lokasi ditemukan tas milik korban yang berisi alat medis, dompet, telepon genggam, kartu identitas RSUD Tengku Rafian, serta ampul dan alat suntik.
Menurut Raja Kosmos, seluruh barang pribadi korban masih lengkap sehingga tidak ditemukan indikasi kehilangan barang.
