Hasil Autopsi Penganiaya Ojol di Semarang yang Tewas Dikeroyok: Pendarahan Otak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi saat membongkar makam Kukuh Penggayuh Utama (32) di TPU Kyai Genthawur di Boja Kabupaten Kendal untuk di autopsi. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Polisi saat membongkar makam Kukuh Penggayuh Utama (32) di TPU Kyai Genthawur di Boja Kabupaten Kendal untuk di autopsi. Foto: Dok. Istimewa

Polisi membongkar makam Kukuh Penggayuh Utama (32) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kyai Genthawur di Boja Kabupaten Kendal untuk diautopsi. Kukuh tewas karena dikeroyok sejumlah driver ojek online (ojol) yang kesal karena sebelumnya Kukuh mengeroyok driver ojol lain di Kota Semarang pada Sabtu (24/9).

Pembongkaran makam dan autopsi jasad Kukuh dipimpin oleh Kabiddokes Polda Jawa Tengah Kombes Pol dr Summy Hastry dan Kapolsek Pedurungan Kompol Dina Novitasari.

Kapolsek Pedurungan Kompol Dina Novitasari mengatakan, berdasarkan hasil autopsi Kukuh tewas lantaran pendarahan di bagian dalam kepala tepatnya di otak.

"Berdasarkan keterangan lisan dari dr Hastry penyebab kematian karena pendarahan dalam di otak," ujar Dina kepada kumparan, Selasa (27/9).

Sementara, Kabiddokes Polda Jawa Tengah Kombes Pol dr Summy Hastry menjelaskan, Kukuh tewas akibat hantaman beda tumpul yang ia terima di kepalanya.

"Luka di kepala itu karena benda tumpul dan pukulan," kata Hastry.

Pelaku yang mengeroyok sopir ojol di Semarang. Foto: Dok. Istimewa

Kukuh merupakan pelaku penganiayaan ojol di SPBU Kota Semarang. Dia bersama rekannya menganiaya seorang driver ojol hingga babak belur.

Usai aksinya tersebut, Kukuh menjadi korban pengeroyokan rekan ojol yang dia aniaya. Sebab, rekan-rekan ojol tersebut tak terima temannya dipukuli saat antre BBM di SPBU.

Kukuh tewas di RS Bhayangkara Semarang pada Minggu (25/9) atau satu hari setelah ia dikeroyok. Dua orang driver ojol jadi tersangka kasus tewasnya Kukuh.