Hasil Autopsi Sementara Santri Gontor: Memar di Dada Bekas Benda Tumpul

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo Foto: Dok. Istimewa

Tim Satreskrim Polres Ponorogo dibantu Bidang Dokter Kesehatan (Bidokes) Polda Sumatera Selatan autopsi jenazah Albar Mahdi atau AM (17), santri Ponpes Modern Darussalam Gontor, yang diduga tewas dianiaya seniornya.

Autopsi dilakukan pada Kamis (8/9) pagi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Layur, Palembang.

Kapolres Ponorogo, AKBP Catur Cahyono Wibowo mengatakan autopsi dilakukan selama kurang lebih 6 jam. “Tadi pagi autopsi di Palembang berjalan lancar. Selama 6 jam selesai tadi,” kata dia di kantornya, Kamis (8/9).

Jenazah Albar dikebumikan sejak 23 Agustus 2022. Saat autopsi, kondisi jenazah masih dapat diperiksa di bagian permukaan dan organ dalamnya.

Catur mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara, ada memar di dada "Bekas benda tumpul di sekitar dada,” kata mantan Kapolres Batu ini.

“Penyebab memar adalah dari benda tumpul. Selain dada yang pasti untuk awal, memar di bagian dada diakibatkan benda tumpul,” lanjut Catur.

Catur tak menyebut spesifik memarnya seperti apa dan dipukul dengan tangan kosong atau menggunakan alat penyebab memar di dada jenazah Albar itu.

Dia mengeklaim akan menyampaikan itu semua usai penyelidikan rampung.