kumparan
11 Jul 2018 11:27 WIB

Hasil Investigasi Kebakaran Kapal di Benoa Masih Tunggu Hasil Labfor

Suasana evakuasi kapal terbakar di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali. (Foto: Cisilia Agustina Siahaan/kumparan)
Proses masih menyelidiki kasus kebakaran kapal yang terjadi di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa, Bali. Hingga kini polisi masih mencari tahu penyebab kebakaran sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik.
ADVERTISEMENT
"Saat ini masih dalam proses investigasi. Pemeriksaan labfor masih dilakukan. Nanti akan kami sampaikan hasilnya, karena kami tidak bisa tentukan kalau hasil labfor belum keluar," ujar Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Reinhardt Golose di Denpasar, Rabu (11/7).
Sejumlah warga dan nelayan berusaha memadamkan api yang masih membakar sejumlah kapal ikan di Pelabuhan Benoa, Denpasar. (Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Sebanyak 14 saksi ABK dan kapten kapal KM Cilacap Jaya Karya masih diperiksa. Untuk menentukan status tersangka dan penyebab kecelakaan, Polisi juga akan meminta keterangan ahli.
"Kami tetap pemeriksaan saksi adalah salah satu alat bukti tapi harus didukung keterangan ahli. Minimal dua alat bukti sah. Dalam proses penyelidikan dan penyidikan bisa lebih jelas kalau sudah ada keterangan ahli. Ini masih menunggu hasil labfor," jelasnya.
Sudah lebih 48 jam proses pemadaman kapal yang terbakar di area Dermaga Barat Pelabuhan Benoa belum selesai dilakukan. Kapal-kapal pemadam kecil masih berusaha untuk memadamkan titik api yang berada di area tengah yang sulit dijangkau jika menggunakan PMK dari darat.
ADVERTISEMENT
Diberitakan sebelumnya, terjadi kebakaran di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa, Senin (9/7) dini hari sekitar pukul 02.00 WITA. Data sementara menyebutkan ada 39 kapal ikan terbakar dari 3 perusahaan ikan di Pelabuhan Benoa tersebut. Diketahui titik api bermula dari KM Cilacap Jaya Karya milik PT AKFI.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan