Hasil Konferensi PBB untuk Two-State Solution: Buka Blokade Bantuan di Gaza

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wamenlu Arrmanatha Nasir mewakili Indonesia hadir di Konferensi Tingkat Tinggi Internasional mengenai Implementasi Two-State Solution di Markas Besar PBB, New York. Foto: Dok. PTRI New York
zoom-in-whitePerbesar
Wamenlu Arrmanatha Nasir mewakili Indonesia hadir di Konferensi Tingkat Tinggi Internasional mengenai Implementasi Two-State Solution di Markas Besar PBB, New York. Foto: Dok. PTRI New York

Indonesia yang diwakili Wamenlu Arrmanatha Nasir mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi Internasional mengenai Implementasi Two-State Solution di Markas Besar PBB, New York. Konferensi yang diselenggarakan Prancis dan Arab Saudi ini menghasilkan Deklarasi New York terhadap Penyelesaian Damai Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara.

Deklarasi tersebut mendapat dukungan luas dari negara anggota PBB, yang intinya menegaskan pentingnya untuk segera mengakhiri perang di Gaza.

"Membuka blokade bantuan kemanusiaan dan mendukung segera implementasi Arab-OIC Reconstruction Plan guna membangun kembali Gaza, dan memulai proses pencapaian solusi dua negara," PTRI New York dalam keterangannya, Rabu (30/7).

Deklarasi itu juga melampirkan ringkasan Annex dan kelompok kerja yang mengangkat berbagai isu yang perlu mendapat perhatian dalam mengakhiri perang di Gaza, serta pelaksanaan perundingan pasca perang antara Palestina dan Israel dalam mencapai solusi dua negara.

"Beberapa isu tersebut antara lain pelaksanaan gencatan senjata, keamanan, bantuan kemanusiaan, recovery dan rekonstruksi Gaza, situasi kemanusiaan di Tepi Barat, rencana untuk mencapai Palestina yang merdeka dan berdaulat, dan dukungan terhadap pembangunan ekonomi dan reformasi Otorita Palestina," lanjutnya.

Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir menghadiri KTT Implementasi Solusi Dua Negara yang diadakan Prancis dan Arab Saudi di markas PBB di New York, Amerika Serikat, Senin (28/7/2025). Foto: Kemlu RI

Lebih lanjut, Arrmanatha di hadapan peserta konferensi menyatakan komitmen Indonesia untuk terus mendukung rakyat Palestina, khususnya melalui pendidikan bagi generasi muda.

"Indonesia percaya suatu hari nanti anak-anak Palestina yang kita bantu hari ini akan menjadi pemimpin negara Palestina yang merdeka, demokratis, dan berdaulat," kata pria yang kerap disapa Tata itu.

Tata juga menyerukan kepada seluruh negara untuk bergerak melampaui retorika, mengambil langkah tegas, nyata, dan tidak dapat diubah menuju two-state solution berdasarkan hukum internasional, perbatasan 1967, dan resolusi PBB yang relevan.

"Biarlah ini menjadi momen ketika dunia berhenti mengelola krisis dan mulai mengakhirinya. Indonesia siap bekerja sama dengan semua negara yang percaya bahwa janji terhadap Palestina harus ditepati, bukan ditunda," tegasnya.

Tak hanya itu, Tata juga mengapresiasi Prancis dan Inggris atas komitmennya akan mengakui negara Palestina pada Sidang Majelis PBB bulan September tahun ini.