Hasil Pengelolaan Tinja di DKI Hasilkan 300 Meter Kubik Air per Hari

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sandiaga Uno di IPLT Jakarta Barat (Foto: Moh Fajri/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sandiaga Uno di IPLT Jakarta Barat (Foto: Moh Fajri/kumparan)

Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno belum lama ini meresmikan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Dirut PD Pengelolaan Air Limbah (PAL) Jaya Subekti mengatakan, dengan alat itu, Pemprov DKI bisa menghasikan 300 meter kubik air bersih per hari.

"Saat ini baru bisa menghasilkan 300 meter kubik per hari. Tapi tentu ini masih kita tingkatkan," ucap Subekti, saat dihubungi kumparan, Minggu (27/5).

Subekti menjelaskan, saat ini, alat yang bernama PAL-Adrich Tech System ini tersedia di dua lokasi yakni di Duri Kosambi dan di Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur. Di kedua tempat itulah, tinja-tinja yang dihasilkan warga, diolah untuk menjadi air bersih.

"Karena baru dua ya ini jadi Jakarta bagian timur ke Pulogebang, yang bagian barat, utara, ke Duri Kosambi," lanjutnya.

Dia menjelaskan, per harinya, Pemprov DKI baru bisa mengangkut 150 truk tinja untuk diolah. Dari 150 truk itulah, dihasilkan air bersih sebanyak 300 meter kubik.

Berdasarkan data yang dihimpun, per harinya, warga Jakarta menghasilkan limbah tinja sebanyak 2 juta. Namun, hanya 35 ribu meter kubik saja yang bisa diolah, lantaran Jakarta tak punya tempat yang cukup untuk mengelola limbah.

IPLT Jakarta Barat (Foto: Moh Fajri/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
IPLT Jakarta Barat (Foto: Moh Fajri/kumparan)

"Ya makanya itu, ini teknologinya masih terus dikembangkan. Harapannya kan limbah yang diolah bisa semakin besar," ucap Subekti.

Dia juga menjelaskan, dibutuhkan kesadaran warga untuk bisa mengolah limbah tinja secara maksimal. Pasalnya, hanya sebagian kecil warga DKI yang memasang septic tank sesuai dengan peraturan yang ada.

"Ini juga harus jadi perhatian. Jarak antara sumur dengan septic tank semestinya 10 meter. Tapi nyatanya kan tidak. Itulah kenapa banyak air tanah yang tercemar bakteri e-coli. Itu juga yang jadi fokus kita. Butuh partisipasi warga," jelasnya.

Peresmian PAL-Adrich Tech System ini di Duri Kosambi dilakukan pada Rabu (23/5) yang lalu. Sandi menyebut, air hasil pengelolaan itu bisa untuk diminum. Namun, Subekti menegaskan, air hasil kelola limbah itu tak disarankan untuk dikonsumsi langsung.

"Ya untuk cuci mobil, menyiram tanaman, dan sebagainya. Bukan untuk diminum," ucapnya.